Soal Kasus Hukum Rizieq Shihab, Fahri Hamzah Minta Polisi Bebas dari Kepentingan Politik

Kompas.com - 02/12/2017, 14:29 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017) Kompas.com/Rakhmat Nur HakimWakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017)
|
EditorErwin Hutapea

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta polisi jangan menjadi pihak yang mau dipolitisasi terkait kasus hukum terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut dia, polisi harus terbebas dari segala kepentingan politik dalam menangani kasus Rizieq tersebut.

"Ya itu yang saya bilang kalau polisi jangan jadi bagian, ujung pangkal, atau ekor dari politik yang keliru sejak awal. Dia harus jadi hamba hukum, hamba kebenaran hukum, jangan berpihak," jelas Fahri saat ditemui wartawan selepas berpidato dalam Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).


Di mata Fahri, hukum selama ini bertindak begitu cepat terhadap pihak yang menyelenggarakan acara semacam Reuni Alumni 212 tersebut.

"Namun, begitu hukum mengenai yang mengkritik acara ini justru tumpul dan ini akan merusak sistem hukum kita, ini enggak bisa dibiarkan," imbuh Fahri.

Baca juga: Fahri Hamzah Kritik Jokowi yang Tak Hadiri Reuni Alumni 212

Maka dari itu, mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengingatkan kepolisian untuk terus bertindak adil dalam menangani perkara hukum Rizieq Shihab.

"Kalau tidak ada keadilan dan kepastian hukum bisa membuat masyarakat resah dan gelisah serta membuat negara ini tak aman dan tidak tenteram," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Megapolitan
Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Megapolitan
Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Megapolitan
Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Megapolitan
Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Megapolitan
Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Megapolitan
Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Megapolitan
Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Megapolitan
Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Megapolitan
Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Megapolitan
Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Megapolitan
Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Megapolitan
Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Megapolitan
Identitas Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Diketahui, Kapolres: Tinggal Tunggu Waktu Menangkapnya

Identitas Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Diketahui, Kapolres: Tinggal Tunggu Waktu Menangkapnya

Megapolitan
Uji Praktik SIM dengan Sistem E-Drives, Semua Gerak-gerik Kendaraan Terekam di Control Box

Uji Praktik SIM dengan Sistem E-Drives, Semua Gerak-gerik Kendaraan Terekam di Control Box

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X