"Dulu KJP Lancar, Sekarang Kok Macet, Ya?" - Kompas.com

"Dulu KJP Lancar, Sekarang Kok Macet, Ya?"

Kompas.com - 08/12/2017, 13:54 WIB
SDN Kampung Bali 07, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR SDN Kampung Bali 07, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah orangtua pemegang Kartu Jakarta Pintar mengeluhkan dana yang macet dan berkurang jumlahnya. Ketika Kompas.com berkunjung ke Rusun Kebon Kacang pada Jumat (8/12/2017), banyak dari warga yang mengaku tak dapat uang bulanan penuh.

Mama Intan, misalnya. Pedagang minuman dan makanan ini mengandalkan saldo bulanan di KJP anaknya untuk belanja.

"Saya dapat Rp 80.000," ujar Mama Intan.

Padahal, biasanya, uang KJP yang diterima anaknya yang bersekolah di SDN Kebon Kacang 05 Rp 100.000 setiap bulannya. Beruntung anaknya tak perlu uang transpor untuk ke sekolah karena lokasinya dekat.

"Akhirnya saya pakai buat beli beras sama telur saja, enggak cukup buat beli daging. Biasanya mah beli," kata Mama Intan.

Baca juga: Katanya KJP Plus, Kok Malah Minus?

Masalah yang sama juga dialami ibu-ibu di Jalan Kampung Bali XXVIII. Di pojok gang, para ibu mengeluhkan KJP yang semakin sulit.

Salah satunya Evi yang punya dua anak yang bersekolah di SDN Kampung Bali 07. Ia mengaku hingga Jumat ini, saldo di KJP anaknya belum juga bertambah.

"Dulu KJP lancar, sekarang kok macet ya? Padahal, sudah tanggal 8 ini. Biasanya paling telat tanggal 5 sudah turun duitnya," kata Evi.

Selain uang bulanan KJP yang belum turun, Evi mengeluhkan uang per enam bulan yang dicairkannya Juni lalu. Mestinya anaknya mendapat Rp 600.000, tetapi saldo yang tertera saat itu hanya Rp 300.000.

Baca juga: Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman

Karena belum pernah terjadi sebelumnya, Evi mengira ada masalah pada rekening anaknya. Ia pun ke Bank DKI untuk menanyakan kekurangan saldo ini.

"Kata orang bank ternyata semua juga gitu. Katanya uangnya ditahan enggak diturunin, baru bisa diambil nanti pas SMA. Bingung saya enggak ngerti kenapa jadi gini," ujarnya.

Selain saldo KJP yang berkurang dan terlambat, Evi juga mempertanyakan penjualan sembako dan daging murah yang biasa rutin diadakan di RPTRA dekat rumahnya. Menurut dia, sejak Oktober ia tak lagi membeli paket sembako dan daging murah.

Baca juga: Anggaran KJP Plus pada 2018 Rp 3,9 Triliun, Meningkat Rp 560 Miliar

"Biasanya di RPTRA. Cuma terakhir sudah lama saya enggak beli soalnya katanya pindah, tetapi enggak tahu pindahnya ke mana," ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan Dinas Pendidikan DKI Nahdiana mengimbau pemegang KJP yang punya keluhan agar mengadu ke nomor layanan pengaduan di 0895-2576-7869.

Baca juga: Disdik DKI: Kalau Ada Pemegang KJP yang Mengaku Kurang Saldo, Mungkin Lupa Sudah Menggesek

Kompas TV Program tidak berlaku setiap hari, tetapi satu hari dalam satu bulan.


EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya

Survei Alvara: 59,9 Persen Responden Setuju Anies Cawapres Prabowo

Survei Alvara: 59,9 Persen Responden Setuju Anies Cawapres Prabowo

Nasional
Survei Alvara: PPP, Nasdem dan PAN Terancam Tak Lolos ke Parlemen

Survei Alvara: PPP, Nasdem dan PAN Terancam Tak Lolos ke Parlemen

Nasional
Empat Parpol Ini Diprediksi Masih Mendominasi Popularitas di Pemilu 2019

Empat Parpol Ini Diprediksi Masih Mendominasi Popularitas di Pemilu 2019

Nasional
Ondel-ondel 'Penyelamat' Anak-anak Putus Sekolah...

Ondel-ondel "Penyelamat" Anak-anak Putus Sekolah...

Megapolitan
Survei: Kepuasan Terhadap Kinerja KPK dan Polri Meningkat, DPR Terendah

Survei: Kepuasan Terhadap Kinerja KPK dan Polri Meningkat, DPR Terendah

Nasional
Gubernur NTB Sangat Terpukul Atas Hilangnya Dokter Mawardi

Gubernur NTB Sangat Terpukul Atas Hilangnya Dokter Mawardi

Regional
Survei Kompas: Sebulan Jelang Pilgub Jabar, Ridwan Kamil-Uu 40,4 Persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 39,1 Persen

Survei Kompas: Sebulan Jelang Pilgub Jabar, Ridwan Kamil-Uu 40,4 Persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 39,1 Persen

Regional
Presiden Jokowi Akan Terima Kunjungan PM India

Presiden Jokowi Akan Terima Kunjungan PM India

Nasional
Orangtua di China Bertemu Anaknya yang Hilang 24 Tahun Berkat Tes DNA

Orangtua di China Bertemu Anaknya yang Hilang 24 Tahun Berkat Tes DNA

Internasional
Di UEA, Jumlah Pasien akibat Makan Berlebihan saat Buka Puasa Melonjak

Di UEA, Jumlah Pasien akibat Makan Berlebihan saat Buka Puasa Melonjak

Internasional
Survei Alvara: Harapan akan Jokowi Kembali Jadi Presiden Menurun

Survei Alvara: Harapan akan Jokowi Kembali Jadi Presiden Menurun

Nasional
Kolaborasi, Gibran, Kaesang dan Bobby Buka 'Kedai Rakyat' di Medan

Kolaborasi, Gibran, Kaesang dan Bobby Buka "Kedai Rakyat" di Medan

Regional
Cegah Penyusupan Jalur Laut, Israel Bangun Penghalang di Lepas Pantai

Cegah Penyusupan Jalur Laut, Israel Bangun Penghalang di Lepas Pantai

Internasional
Mengaku Diperiksa KPK Pekan Lalu, Ini Penjelasan Tuan Guru Bajang

Mengaku Diperiksa KPK Pekan Lalu, Ini Penjelasan Tuan Guru Bajang

Regional
AS Siap Berteman dengan Iran Jika Penuhi 12 Tuntutan yang Diajukan

AS Siap Berteman dengan Iran Jika Penuhi 12 Tuntutan yang Diajukan

Internasional

Close Ads X