ICW: Penyederhanaan LPJ RT/RW DKI Timbulkan Potensi Korupsi

Kompas.com - 08/12/2017, 17:41 WIB
Koordinator Divisi Riset Indonesia Corruption Watch Firdaus Ilyas, di Jakarta, Jumat (20/10/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIKoordinator Divisi Riset Indonesia Corruption Watch Firdaus Ilyas, di Jakarta, Jumat (20/10/2017).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Divisi Riset Indonesia Corruption Watch ( ICW) Firdaus Ilyas mengatakan, penyederhanaan laporan pertanggungjawaban ( LPJ) dana operasional RT/RW oleh Pemprov DKI Jakarta tidak mendukung terbentuknya good governance.

Seharusnya, kata Firdaus, Pemprov DKI Jakarta tetap mewajibkan pengurus RT/RW melaporkan rincian pengeluaran secara detail, meski tidak melampirkan kuitansi pengeluaran.

Dengan tak mencantumkan rincian, hal itu justru berpotensi muncul praktik korupsi di tataran pemerintahan paling bawah. Firdaus juga menilai pelaporan LPJ tiap 6 bulan sekali ke kelurahan terlalu lama.

"Dengan pernyataan Pak Anies itu tidak meneguhkan komitmen dia untuk mendukung good governance atau anti korupsi. Ini malah menimbulkan indikasi atau potensi budaya penyimpangan di tataran bawah," ujar Firdaus kepada Kompas.com, Jumat (8/12/2017).

Baca juga : ICW: Penyederhanaan Ini Sama Saja Mengatakan Tidak Ada LPJ

Firdaus menyarankan Pemprov DKI Jakarta tetap mewajibkan pengurus RT/RW mencatat dan melaporkan seluruh rincian penggunaan anggaran dalam LPJ. Hal ini dilakukan agar tidak menabrak Undang-Undang Keuangan Negara.

Mengenai ditiadakannya kuitansi, Firdaus menilai hal itu wajar, karena tak semua kegiatan memiliki kuitansi.

Baca juga : FITRA: Penyederhanaan LPJ RT/RW Suatu Kemunduran Sistem Pelaporan

"Tapi kegiatannya harus tetap dilaporkan. Dibelanjakan untuk apa, harus ada perinciannya. Mungkin enggak ada bon, tetapi aktivitasnya yang perlu diketahui. Soal ribet sih, enggak masuk akal," ujar Firdaus.

Dari lampiran format LPJ yang didapatkan ICW, format tersebut hanya mencantumkan beberapa kolom yang berisi sisa penggunaan dana bulan sebelumnya, jumlah dana yang diterima, pengeluaran di bulan tersebut, total pengeluaran, dan sisa penggunaan dana pada bulan tersebut.

Namun di kolom itu tak diwajibkan mengisi atau melampirkan rincian anggaran yang dikeluarkan setiap kegiatannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X