Sandiaga: Ini Sejarah, Jakarta Terpilih Jadi Venue Piala Dunia Basket

Kompas.com - 11/12/2017, 13:11 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (11/12/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (11/12/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersyukur karena Jakarta terpilih menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket Federasi Bola Basket Internasional atau FIBA 2023.

Dia sekaligus mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia tersebut untuk pertama kalinya.

"Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia yang sudah dipilih menjadi salah satu dari tiga penyelenggara kejuaraan Piala Dunia Bola Basket di tahun 2023. Ini adalah sejarah dan Jakarta Alhamdulilah terpilih menjadi venue bersama Okinawa dan Manila," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12/2017).

Sandi menyebut Pemprov DKI akan menyiapkan diri untuk menjadi kota penyelenggara Piala Dunia Bola Basket 2023.

Pemprov DKI, kata Sandi, juga akan berkoordinasi dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) untuk menyiapkan venue.

Sandi menyampaikan, venue di Istora Senayan menjadi lokasi paling memungkinkan digunakan untuk kejuaraan dunia tersebut.

Selain itu, Sandi mengaku Pemprov DKI sanggup apabila diberi tugas untuk membangun venue baru.

"Kami tunggu dari Perbasi karena kami ingin tahu jumlah kira-kira pengunjung atau penonton di acara bola basket itu piala dunia jumlahnya berapa. Kalau misalnya diperlukan venue baru, itu nanti akan kami siapkan," kata Sandi.

Baca juga : Sandiaga Usul DWP 2017 Angkat Budaya Lokal yang Persatukan Warga

Indonesia bersama Filipina dan Jepang akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia Bola Basket Federasi Bola Basket Internasional atau FIBA 2023.

Kepastian ini didapat setelah memenangi putaran final pemilihan calon tuan rumah piala dunia FIBA 2023 di Jenewa, Swiss, Sabtu (9/12/2017).

Sekjen FIBA Patrick Baumann menyatakan bahwa terpilihnya Indonesia, Filipina, dan Jepang karena memiliki semangat yang tinggi dalam mempersiapkan diri.

Selain itu, jumlah penduduk ketiga negara ini yang lebih dari 500 juta jiwa dan mayoritas berusia muda menjadi daya tarik tersendiri.

"Kami telah meninjau kesiapan semua calon tuan rumah. Indonesia bersama Filipina dan Jepang merupakan perpaduan tepat untuk diberi kesempatan menjadi penyelenggara ajang basket tertinggi di dunia ini," ujar Baumann.

Baca juga : Sandiaga Sebut Jakbar dan Jakut Paling Berisiko Berkembangnya Difteri

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Megapolitan
Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Megapolitan
Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Megapolitan
Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Megapolitan
Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Megapolitan
Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Megapolitan
Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Megapolitan
Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Megapolitan
Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Megapolitan
Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Megapolitan
Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Megapolitan
Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Megapolitan
Jelang Tutup Tahun, BPRD Jakpus Klaim Sudah Penuhi 97 Persen Target Pajak Kendaraan

Jelang Tutup Tahun, BPRD Jakpus Klaim Sudah Penuhi 97 Persen Target Pajak Kendaraan

Megapolitan
Ketika Siswa SMP Bantu Bersih-bersih Sampah di Area CFD

Ketika Siswa SMP Bantu Bersih-bersih Sampah di Area CFD

Megapolitan
Ingat, Buang Puntung Rokok Sembarangan Saat CFD Bisa Kena Denda

Ingat, Buang Puntung Rokok Sembarangan Saat CFD Bisa Kena Denda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X