Harga Ikan Asin Rp 130.000 Per Kilogram, Lebih Mahal dari Daging Sapi

Kompas.com - 14/12/2017, 08:24 WIB
Ikan asin yang dijajakan pedagang di Pasar Sukatani Deppen, Kota Depok. KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAIkan asin yang dijajakan pedagang di Pasar Sukatani Deppen, Kota Depok.
|
EditorKurnia Sari Aziza

DEPOK, KOMPAS.com - Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, harga ikan asin jenis teri medan tembus di harga Rp 130.000 per kilogram (kg).

Harga tersebut terus merangkak naik dari sebelumnya Rp 110.000 per kg pada awal November 2017, dan mencapai Rp 130.000 per kg menjelang Natal dan Tahun Baru.

"(harga ikan asin) naik terus, sebelumnya Rp 110.000, Rp 120.000, ini sekarang harganya sudah Rp 130.000 per kg," kata Nyimas salah seorang pedagang ikan asin kepada Kompas.com di Pasar Sukatani Deppen Depok, Kamis (14/12/2017).

Menurut Nyimas, harga tersebut kemungkinan masih bisa merangkak naik, mengingat masih ada dua pekan menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Biasanya kalau dekat-dekat hari raya, naiknya lumayan tinggi. Saking tingginya kadang kami jual sama atau naik sedikit dari harga modal," ucapnya.

Baca juga: Paket Sembako Rp 30.000 Tak Sanggup Ditebus Semua Warga

Yeni, salah seorang pembeli ikan asin menuturkan, harga ikan asin lebih mahal ketimbang daging sapi yang dibelinya.

"Teri medan Rp 130.000 per kg, lah daging sapi saja cuma Rp 120.000 per kg. Masa lebih mahal ikan asin daripada daging," tutur Yeni.

Meski harga ikan asin mahal, Yeni tetap membelinya. Karena ikan asin makanan favorit keluarganya.

"Mau enggak mau, ya kita beli, orang rumah pada suka," kata Yeni.

Baca juga : Turun dari Mobil, Jokowi Bagi-Bagi Sembako ke Tukang Becak

Salah seorang pengunjung lainnya, Azizah harus mengurungkan diri membeli ikan asin. Karena menurutnya harga tersebut sudah terlalu mahal.

"Enggak jadi beli, kemahalan. Cari yang lain saja," ucap Azizah.

Menurut Azizah, masih ada makanan yang lebih enak dikonsumsi dan bergizi ketimbang membeli ikan asin dengan harga mahal.

"Mending beli sayur, ikan, atau daging saja sekalian," tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X