Anies: Tol Becakayu Bermanfaat bagi Pengguna Tol, tetapi...

Kompas.com - 14/12/2017, 09:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta memantau saluran air di jalan Panjaitan yang menyempit dan menimbulkan genangan air, Kamis (15/12/2017) stanlyGubernur DKI Jakarta memantau saluran air di jalan Panjaitan yang menyempit dan menimbulkan genangan air, Kamis (15/12/2017)
Penulis Stanly Ravel
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur pengelola Tol Becakayu, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, karena penyempitan saluran air di kawasan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Hal itu mengakibatkan jalan tergenang. Menurut Anies, sebelumnya lebar saluran air di sana 3 meter.

"Sekarang mungkin lebarnya hanya 1,2 meter, tempatnya di ujung. Lalu, di antara jalan dan saluran air tanahnya tinggi sehingga (genangan) air yang di jalan tidak bisa masuk ke saluran," kata Anies, Kamis (14/12/2017).

Anies meminta pengelola membuat saluran air sementara agar air tidak terbendung tumpukan tanah. Kemudian, Anies juga meminta pengelola memperlebar saluran air.

Baca juga: Anies: Masya Allah, Ini Genangan dari Mana?

"Hadirnya Tol Becakayu memberikan manfaat pengguna tol dan orang di bawah tol. Jangan yang menggunakan tol nyaman, tetapi (orang) di bawahnya kena masalah. Kami ingin semua bebas masalah," ucap Anies.

Pasukan oranye sedang bekerja membuat sodetan untuk mengatasi genangam air di jalan Panjaitan, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2017)stanly Pasukan oranye sedang bekerja membuat sodetan untuk mengatasi genangam air di jalan Panjaitan, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2017)
Sebelumnya, Anies terkejut melihat genangan di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di depan Institut Bisnis Nusantara.

Pimpinan proyek PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, Ayuda Priyantoro, mengatakan, pihaknya akan membuat saluran permanen setelah proyek Tol Becakayu selesai pada April 2018. Saat ini, penanganan dengan membuat saluran air sementara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X