OK Otrip Akan Diuji Coba dari 15 Januari-15 April 2018 - Kompas.com

OK Otrip Akan Diuji Coba dari 15 Januari-15 April 2018

Kompas.com - 14/12/2017, 09:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempelkan kartu OK Otrip ke mesin pembaca kartu yang ada di dalam angkot KWK dalam rangka uji coba OK Otrip di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempelkan kartu OK Otrip ke mesin pembaca kartu yang ada di dalam angkot KWK dalam rangka uji coba OK Otrip di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, akan menguji coba program One Karcis One Ticket ( OK Otrip) selama tiga bulan, mulai 15 Januari hingga 15 April 2018.

"Uji coba OK Otrip dilakukan PT Transjakarta dengan 69 angkutan bus kecil di empat trayek, yakni Jelambar (Jakarta Barat), Warakas (Jakarta Utara), Duren Sawit (Jakarta Timur), dan Lebak Bulus (Jakarta Selatan)," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (14/12/2017).

Selama uji coba, penumpang hanya perlu membayar Rp 3.500 untuk satu tujuan perjalanan dari titik awal sampai tujuan.

Setelah uji coba selesai, tarif disesuaikan menjadi Rp 5.000.

Baca juga : Menunggu Penerapan OK Otrip, Tarif Rp 5.000 untuk Sekali Perjalanan

Program ini diklaim akan mengurangi biaya transportasi hingga 30 persen total pengeluaran masyarakat. Selain itu, lanjut dia, OK Otrip bisa memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum.

PT Transjakarta akan menguji coba OK Otrip terlebih dahulu di sistem perusahaan transportasi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut mulai 22 Desember 2017.

Baca juga : Uji Coba OK-Otrip Ditargerkan Sebelum 100 Hari Kerja Anies-Sandi

Mekanisme ini menggratiskan pelanggan transjakarta untuk durasi tiga jam setelah tap pertama.

"Ketentuan ini berlaku di 13 koridor transjakarta," tuturnya.

Adapun OK Otrip merupakan sistem transportasi terintegrasi. Dengan ini, masyarakat hanya perlu membayar satu kali dalam perjalanan dengan menggunakan sejumlah moda transportasi massal.


EditorKurnia Sari Aziza

Close Ads X