Survei UMJ soal Pilkada DKI 2017: 70,1 Persen Pilih karena Visi Misi, 15,8 Persen karena Agama

Kompas.com - 15/12/2017, 16:16 WIB
Ketua KPU DKi Sumarno dsn dekan Fisip UMJ Endang Sulastri memaparkan hasil penelitian mengenai pemilu DKI 2010/7 lalu, di gedung KPU DKI Jumat (15/12/2017) Kompas.com/Setyo AdiKetua KPU DKi Sumarno dsn dekan Fisip UMJ Endang Sulastri memaparkan hasil penelitian mengenai pemilu DKI 2010/7 lalu, di gedung KPU DKI Jumat (15/12/2017)
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melakukan survei karakteristik pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Berdasarkan survei ini, mayoritas responden memilih berdasarkan visi dan misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Sebanyak 70,1 persen responden memilih pasangan calon berdasarkan visi misi dan 15,8 persen memilih berdasarkan agama.

"Survei ini memberi bukti, asumsi Pilkada DKI Jakarta lebih didominasi faktor agama tidak benar sepenuhnya. Faktor agama menonjol, tetapi tidak dominan," ucap Dekan Fisip UMJ Endang Sulastri dalam pemaparannya di gedung KPU DKI Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Penelitian yang menggunakan metode sampling acak ini mengambil 400 orang responden yang merepresentasi masyarakat Jakarta yang terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran 2.

Baca juga: Setelah Pilkada DKI, Preferensi Politik Masyarakat Lekat dengan Faktor Agama

Adapun margin error +/- 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka pada 15-25 September 2017.

Survei ini menggunakan asas penarikan sampel adil, konsisten dan jelas. Pewawancara adalah mahasiswa semester 5 yang dilatih terlebih dulu. Masing-masing pewawancara hanya boleh mewawancarai 10 responden.

Bukan pemilih irasional

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengatakan, hal ini mematahkan anggapan para pemilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017 irasional, karena terpengaruh isu primordial yang menggunakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Memang ada pengaruh isu SARA sekitar 15 persen, tetapi sebagian besar terpengaruh dari track record calon serta programnya," kata Sumarno.

Di sisi lain, Sumarno mengatakan, ada 23 persen calon pemilih yang tak menggunakan haknya pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Sebanyak 77,08 persen masyarakat Jakarta menggunakan hak pilihnya, padahal target nasional 77,5 persen pemilih.

Baca juga: Prihatin Fenomena Pilkada DKI, KPU Atur soal Isu SARA dalam Dua Peraturan

"Sosialisasi pemilu ke depannya harus tepat sasaran, lebih efektif, dan juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Informasi dari hasil survei tadi jadi masukan merumuskan kebijakan ke depan bagaimana desain sosialisasi kita," ucap Sumarno.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Megapolitan
Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Megapolitan
Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Megapolitan
SPSI Sebut Masih Ada Perusahaan di Kota Tangerang yang Belum Lunasi THR Tahun Lalu

SPSI Sebut Masih Ada Perusahaan di Kota Tangerang yang Belum Lunasi THR Tahun Lalu

Megapolitan
Pemprov DKI Terima 2.189 Permohonan SIKM, Lebih dari Setengahnya Ditolak

Pemprov DKI Terima 2.189 Permohonan SIKM, Lebih dari Setengahnya Ditolak

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa TNI di Jakarta Utara

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa TNI di Jakarta Utara

Megapolitan
Kadisdik: PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Tidak Menggunakan Batas Usia

Kadisdik: PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Tidak Menggunakan Batas Usia

Megapolitan
Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Megapolitan
Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X