Anies Minta Guru Non-PNS Dapat Pembebasan 75 Persen PBB-P2

Kompas.com - 18/12/2017, 21:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (16/12/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (16/12/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mempertimbangkan untuk memasukkan guru non- PNS sebagai penerima pembebasan 75 persen Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Permintaan itu disampikan Anies karena melihat masih banyak guru berstatus non-PNS yang memiliki gaji kecil untuk harus membayar PBB-P2.

Padahal, sama seperti guru berstatus PNS, guru-guru swasta ini juga memiliki andil besar untuk memberikan pendidikan serta membentuk karakter generasi muda.

"Baiknya kita cek bagaimana dengan guru. Meskipun non-PNS mereka juga mendidik, gaji mereka sedikit," ujar Anies dalam video rapat yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017).


Baca juga : Realisasikan Target Pajak Daerah, Pemprov DKI Bentuk Program OK Otax

Anies mengatakan, tidak ada guru swasta yang memiliki rumah hingga 2.000 meter. Anies meminta agar ada pembicaraan yang lebih intensif terkait usulannya itu.

"Sementara merekalah yang ikut ngurusi masa depan bangsa kita Pak. Ini dari sisi rumah enggak ada 1.500 2.000 meter rumahnya, itu rumah mereka kecil," ujar Anies.

"Coba diperhitungkan untuk mereka mendapatkan pembebasan juga yang non-PNS. Nanti dibuat pembicaraan khusus ya soal ini," kata Anies.

Melalui program OK Otax, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penerimaan pajak daerah terealisasi setiap tahunnya.

Salah satu program dalam OK Otax yaitu pembebasan sebagian PBB-P2 sebesar 75 persen kepada orang pribadi, pensiunan PNS, purnawirawan TNI Polri atau janda/dudanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Terancam Batal

Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Terancam Batal

Megapolitan
Polisi: Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Dapat Rahasiakan Identitas Pasien

Polisi: Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Dapat Rahasiakan Identitas Pasien

Megapolitan
RH Disebut Sering Aniaya hingga Racuni Kucing-kucing di Bekasi

RH Disebut Sering Aniaya hingga Racuni Kucing-kucing di Bekasi

Megapolitan
Batan: Paparan Radiasi Nuklir di Batan Indah Telah Turun 90 Persen

Batan: Paparan Radiasi Nuklir di Batan Indah Telah Turun 90 Persen

Megapolitan
Sopir Bus Tak Tahu 4 Keranjang Buah Dalam Busnya Berisi Ganja

Sopir Bus Tak Tahu 4 Keranjang Buah Dalam Busnya Berisi Ganja

Megapolitan
Gerebek Pool Truk di Bambu Apus, BNN Temukan Karung Berisi Ganja

Gerebek Pool Truk di Bambu Apus, BNN Temukan Karung Berisi Ganja

Megapolitan
Batan Serahkan Barang Bukti Terkait Temuan Radiasi Nuklir di Batan Indah

Batan Serahkan Barang Bukti Terkait Temuan Radiasi Nuklir di Batan Indah

Megapolitan
Harga Masker Melonjak, Dinkes DKI: Orang Sehat Tak Perlu Pakai

Harga Masker Melonjak, Dinkes DKI: Orang Sehat Tak Perlu Pakai

Megapolitan
Sebelum Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Klaim Terima Teror Virtual

Sebelum Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Klaim Terima Teror Virtual

Megapolitan
Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Megapolitan
Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Megapolitan
DPRD Sepakat Voting Tertutup Wagub DKI, tetapi Proses Pemilihan Bisa Disaksikan Publik

DPRD Sepakat Voting Tertutup Wagub DKI, tetapi Proses Pemilihan Bisa Disaksikan Publik

Megapolitan
Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemkot Tangerang Mengadu ke Pemprov Banten

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemkot Tangerang Mengadu ke Pemprov Banten

Megapolitan
Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Curigai Dua Hal Ini

Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Curigai Dua Hal Ini

Megapolitan
Sepekan Setelah Kejadian, Kasus Penembakan Rutan Kelas 1 Cipinang Belum Juga Terungkap

Sepekan Setelah Kejadian, Kasus Penembakan Rutan Kelas 1 Cipinang Belum Juga Terungkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X