Emak-emak Keluhkan Harga Cabai Rawit Merah Rp 34.000 Per Kilogram

Kompas.com - 19/12/2017, 10:22 WIB
Cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Pasar Sukatani Deppen Depok.KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Pasar Sukatani Deppen Depok.

DEPOK, KOMPAS.com — Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, harga cabai rawit merah naik lebih tinggi dibandingkan dengan jenis cabai lainnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, harga cabai rawit merah sudah tembus Rp 34.000 per kilogram. Harga tersebut naik sekira Rp 4.000 dibandingkan dengan harga akhir pekan kemarin.

Mengetahui adanya kenaikan harga tersebut, sejumlah emak-emak yang ditemui di Pasar Sukatani Deppen, Depok, Jawa Barat, mengeluhkan naiknya harga cabai rawit merah.

"Tadinya malah Rp 29.000, Rp 30.000 sekilo, sekarang sudah Rp 34.000," kata Aisah, salah seorang pembeli, kepada Kompas.com, Selasa (19/12/2017).


Selain Aisah, Nuraini juga mengeluhkan hal yang sama. Dirinya mengaku mau tidak mau harus membeli cabai tersebut untuk keperluan memasak.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur Ayam Terus Merangkak Naik

"Mau enggak mau tetap beli, enggak bisa juga ganti pakai cabai bubuk," ucap Nuraini.

Salah seorang penjual makanan bahkan mengaku harus mengurangi penggunaan cabai rawit merah dan mencampurnya dengan cabai merah keriting yang harganya sudah tembus Rp 39.000 per kg dan cabai rawit hijau yang harganya sudah tembus Rp 28.000 per kg.

"Buat pecel ayam, jadi enggak semua cabai rawit merah, campur sama cabai merah keriting dan cabai rawit hijau juga," kata Uni, salah seorang pedagang makanan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorDian Maharani

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Megapolitan
Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Megapolitan
Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Megapolitan
Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X