Baru Satu Bank yang Siap Menyediakan Kartu OK Otrip

Kompas.com - 20/12/2017, 10:57 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menempelkan kartu OK Otrip ke mesin pembaca kartu yang ada di dalam angkot KWK dalam rangka uji coba OK Otrip di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menempelkan kartu OK Otrip ke mesin pembaca kartu yang ada di dalam angkot KWK dalam rangka uji coba OK Otrip di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, kartu khusus untuk layanan One Karcis One Trip atau OK Otrip mulai dijual Jumat, 22 Desember 2017. Namun, Budi menyebut, kartu itu belum dijual di semua halte transjakarta.

Menurut Budi, untuk tahap awal, kartu OK Otrip tidak perlu dijual di semua halte transjakarta terlebih dahulu.

"Apakah mekanismenya dijual di semua tempat apa enggak, ini kami lagi putuskan karena sebetulnya enggak usah di semua tempat," ujar Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (20/12/2017).

Budi menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengkaji halte-halte mana yang bisa dijadikan tempat penjualan kartu OK Otrip tersebut. Ada kriteria-kriteria yang dijadikan pertimbangan untuk memutuskan lokasi penjualan kartu tersebut.

Baca juga: OK Otrip Baru Dengar dari Teman, Katanya Sopir Digaji Ya?

"Kami lihat (kriterianya), bisa di titik integrasi atau bisa di sekitar yang nanti mau jalankan OK Otrip dulu," kata Budi.

Untuk tahap awal, Budi menyebut, baru satu bank yang sudah siap menyediakan kartu OK Otrip. Ke depan, ada enam bank yang bekerja sama dengan PT Transjakarta untuk menyediakan kartu itu, yakni Bank DKI, Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan Bank Mega.

"Satu bank dulu enggak apa-apa, ini kan buat nyoba sistem," ucapnya.

Baca juga: Begini Cara Memakai Ok Otrip Rp 5.000

Kartu OK Otrip itu nantinya bisa dipakai di semua koridor transjakarta.

Adapun program OK Otrip hanya bisa menggunakan kartu khusus, yakni kartu OK Otrip. Kartu uang elektronik yang selama ini digunakan untuk naik transjakarta tidak bisa dipakai. Sebab, kartu uang elektronik yang lama tidak bisa membaca sistem penggunaan tiga jam yang diterapkan dalam OK Otrip.

Harga untuk setiap kartu menurut rencana dipatok Rp 40.000 dengan isi saldo Rp 20.000. Kartu OK Otrip juga tetap bisa dipakai untuk naik moda transportasi lain, seperti KRL.

Uji coba OK Otrip akan dilakukan tiga bulan, mulai dari 15 Januari hingga 15 April 2018.

Baca juga: Kartu Transjakarta Tak Bisa OK Otrip, Harus Kartu Khusus



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

Megapolitan
Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

Megapolitan
Sepekan Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6 Persen

Sepekan Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6 Persen

Megapolitan
Fakta Terungkapnya Jaringan Penjual Video Pornografi Anak di Jakarta Barat

Fakta Terungkapnya Jaringan Penjual Video Pornografi Anak di Jakarta Barat

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

4 Fakta Penangkapan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

Megapolitan
Banyak Kantor Tak Patuhi Aturan 50 Persen Pegawai Bekerja, Pemprov DKI Sebut Faktor Kejar Target

Banyak Kantor Tak Patuhi Aturan 50 Persen Pegawai Bekerja, Pemprov DKI Sebut Faktor Kejar Target

Megapolitan
TACB Minta Pemkot Bekasi Hentikan Proses Pembongkaran Struktur Bata yang Diduga Cagar Budaya

TACB Minta Pemkot Bekasi Hentikan Proses Pembongkaran Struktur Bata yang Diduga Cagar Budaya

Megapolitan
Wifi Gratis untuk Sekolah Daring, Wali Kota Jakbar Harap Banyak Pihak Membantu

Wifi Gratis untuk Sekolah Daring, Wali Kota Jakbar Harap Banyak Pihak Membantu

Megapolitan
Babak Baru Kasus Pemerkosaan Perempuan Bangun Tidur di Bintaro Setelah Viral di Media Sosial

Babak Baru Kasus Pemerkosaan Perempuan Bangun Tidur di Bintaro Setelah Viral di Media Sosial

Megapolitan
Fakta Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Fakta Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dalih Polisi Baru Tangkap Pemerkosa di Bintaro Setelah Viral | 28 RW Zona Merah di Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Dalih Polisi Baru Tangkap Pemerkosa di Bintaro Setelah Viral | 28 RW Zona Merah di Bekasi

Megapolitan
Lima Fakta Sidang Perdana Putra Siregar: Beli Handphone Ilegal hingga Penyitaan

Lima Fakta Sidang Perdana Putra Siregar: Beli Handphone Ilegal hingga Penyitaan

Megapolitan
Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, ASN di Kota Tangerang Dilatih Berkebun

Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, ASN di Kota Tangerang Dilatih Berkebun

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Buka Proses Belajar Tatap Muka di Pesantren

Pemprov DKI Belum Buka Proses Belajar Tatap Muka di Pesantren

Megapolitan
Kolega Positif Covid-19, 75 Pegawai Giant Margo City Akan Swab Hari ini

Kolega Positif Covid-19, 75 Pegawai Giant Margo City Akan Swab Hari ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X