Kompas.com - 20/12/2017, 18:13 WIB
Barang bukti terlihat saat rilis kasus pemalsuan dokumen dan uang palsu di Bareskrim Polri, Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Bareskrim Polri mengamankan 13 pelaku penggelapan, pemalsuan, penadahan mobil, dan pencucian uang yang mulai beroperasi sejak 2014 yang tersebar di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGBarang bukti terlihat saat rilis kasus pemalsuan dokumen dan uang palsu di Bareskrim Polri, Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Bareskrim Polri mengamankan 13 pelaku penggelapan, pemalsuan, penadahan mobil, dan pencucian uang yang mulai beroperasi sejak 2014 yang tersebar di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, AR salah satu anggota kelompok pembuat dan pengedar dokumen palsu, membuat kursus pelatihan pembuatan dokumen palsu secara terbuka kepada masyarakat.

Ari mengatakan, AR membuka pelatihan di kawasan Sentul, Jawa Barat, dengan peserta mencapai 29 orang selama tiga hari. Biaya pendaftaran per orang sebesar Rp 3 juta. Undangan pelatihan itu disebarkan AR melalui media sosial Facebook.

"AR ini sudah membuat kursus pelatihan untuk membuat kejahatan. Dia pernah lakukan di Sentul dengan peserta 29 orang. Nah di sana dia berikan pelatihan dengan istilah-istilah," ujar Ari di Bareskrim Polri, Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

Ari mengatakan, AR memberikan pelatihan bagi para peserta dengan istilah "beternak" dan "berburu". "Beternak" maksudnya, para peserta diajarkan untuk membuat dokumen serta mengajak orang lain untuk memesan dokumen palsu. Sedangkan "berburu" berarti memberikan pelatihan pencurian mobil atau penggunaan dokumen palsu untuk mendapat pinjaman dari pegadaian.

Baca juga : Polisi Tangkap Kelompok Pemalsu Uang Rupiah dan BPKB

Modus para pelaku adalah mencuri mobil, menjadi penadah mobil curian, dan membeli mobil leasing. Setelah mendapatkan mobil, para pelaku membuat STNK dan BPKB palsu untuk disertakan dalam pegadaian mobil ke pegadaian.

Polisi masih melakukan penyelidikan apakah peserta pelatihan dokumen palsu telah memanfaatkan keahliannya untuk melakukan tindakan kriminal yang serupa dengan AR.

"Kami masih selidiki," ujar Ari.

Petugas dari Bareskrim Polri mengamankan 13 pelaku (termask AR) penggelapan, pemalsuan, penadahan mobil, dan pencucian uang yang tersebar di Jakarta dan Jawa Barat pada pertengahan Desember. Para tersangka mengedarkan uang palsu, dokumen palsu, serta menggunakan mobil curian untuk digadaiakan ke sejumlah daerah di Jakarta dan Jawa Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Megapolitan
Begal di Tebet Tewas Diduga karena Kepala Terbentur dan Diamuk Massa

Begal di Tebet Tewas Diduga karena Kepala Terbentur dan Diamuk Massa

Megapolitan
Anggota DPRD: 5 Tahun Tak Ada Penambahan Sekolah Negeri di Jakarta

Anggota DPRD: 5 Tahun Tak Ada Penambahan Sekolah Negeri di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Begal Tewas di Tebet: Tabrak Pot Besar, Terpental lalu Masuk Got dan Sekarat

Kronologi Begal Tewas di Tebet: Tabrak Pot Besar, Terpental lalu Masuk Got dan Sekarat

Megapolitan
Depok Catat 192 Kasus Baru Covid-19 pada 17 April

Depok Catat 192 Kasus Baru Covid-19 pada 17 April

Megapolitan
Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Megapolitan
Modus Mafia Tanah di Kota Tangerang, Saling Gugat di Pengadilan Pakai Surat Palsu

Modus Mafia Tanah di Kota Tangerang, Saling Gugat di Pengadilan Pakai Surat Palsu

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Pertahankan Mekanisme PPBD Tahun Lalu di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Pertahankan Mekanisme PPBD Tahun Lalu di Tahun 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Sabtu Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Sabtu Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Linmas yang Diduga Perkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Belum Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi

Linmas yang Diduga Perkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Belum Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bogor, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bogor, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 17 April 2021

Megapolitan
Dalam 30 Menit, Pencuri Gasak Motor Trail yang Digembok 3 Lapis di Pasar Rebo

Dalam 30 Menit, Pencuri Gasak Motor Trail yang Digembok 3 Lapis di Pasar Rebo

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Depok, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Depok, 17 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X