Sandi ingin Tambahan "Panic Button" untuk Perempuan di Aplikasi Qlue

Kompas.com - 22/12/2017, 13:38 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jumat (22/12/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jumat (22/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hendak memodifikasi aplikasi Qlue. Dia ingin Qlue dilengkapi dengan panic button yang bisa digunakan dalam kondisi darurat, khususnya untuk kaum perempuan.

"Salah satu modifikasi Qlue di mana Qlue itu dilengkapi dengan panic button. Ini masih dalam kajian," ujar Sandiaga di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jumat (22/12/2017).

Sandiaga menjelaskan, UPT Jakarta Smart City saat ini sedang mengkaji rencana tersebut. Selain modifikasi Qlue, dia menyebut ada opsi lain untuk merancang panic button tersebut.

"Jakarta Smart City lagi coba lihat aplikasi yang cocok untuk citizen reporting mechanism yang ada panic button-nya," kata dia.


Baca juga : Anies-Sandi Pertahankan Aplikasi Qlue Peninggalan Ahok

Menurut Sandiaga, panic button tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan aparat berwajib. Dengan demikian, warga yang dalam keadaan darurat bisa langsung mendapat pertolongan.

"Itu harus punya langsung quick response dari aparat untuk memastikan lokasi di mana perempuan tersebut terhadap pendampingannya. Itu yang kami inginkan di seluruh wilayah Jakarta, terutama yang rawan," kata Sandiaga.

Meski begitu, Sandiaga meminta UPT Jakarta Smart City tidak terburu-buru merealisasikan panic button tersebut. Sebab, pengembangan teknologi harus memiliki landasan yang tepat sehingga bisa dirasakan manfaatnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Megapolitan
Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Megapolitan
Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Megapolitan
Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman 'Online'

Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman "Online"

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Megapolitan
Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Megapolitan
Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X