Sejumlah PKL Tanah Abang Ngotot Berdagang di Trotoar walau Ditertibkan

Kompas.com - 22/12/2017, 16:27 WIB
PKL Tanah Abang, Jumat (22/12/2017), berdebat dengan petugas Satpol PP DKI Jakarta karena tidak mau ditertibkan. PKL minta Pemprov DKI menyediakan lapak khusus bagi mereka. Kompas.com/David Oliver PurbaPKL Tanah Abang, Jumat (22/12/2017), berdebat dengan petugas Satpol PP DKI Jakarta karena tidak mau ditertibkan. PKL minta Pemprov DKI menyediakan lapak khusus bagi mereka.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017), ditertibkan petugas Satpol PP karena berjualan di trotoar. Namun para PKL itu justru memindahkan lapak dagangannya ke tempat penyebarangan orang.

Sebelumnya, petugas Satpol PP meminta PKL yang berjualan di trotoar di depan Stasiun Tanah Abang memindahkan barang dagangannya. Sempat terjadi perdebatan antara Satpol PP dan PKL.

Bukannya memindahkan barang dagangan ke tempat yang tidak menggangu, mereka malah dengan sengaja menaruh barang daganganya di sela-sela tempat penyeberangan.

Baca juga : Tak Terima Ditertibkan, PKL Tanah Abang yang Berjualan di Trotoar Debat dengan Satpol PP

Tempat penyeberangan itu berada prsis di depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang. Tempat penyeberangan yang sebelumnya selebar 3,5 meter, setelah diokupasi pedagang menjadi tinggal 2 meter. Hal itu mengakibatkan para pejalan kaki berdesak-desakan melewati tempat itu.

Sore ini pejalan kaki yang menyeberang meningkat dibanding siang tadi. Sejumlah pejalan kaki yang ingin menyebrang akhirnya mengurungkan niatnya.

"Enak enggak, Bu kayak gini sempit-sempitan. Kami juga enggak mau kayak gini. Kami enggak mau merugikan masyarakat. Tapi Pemprov DKI beginiiin kami," kata seorang PKL.

Setelah satu jam berjualan di tempat penyeberangan, sejumlah PKL nekat mengangkat barang dagangannya dan kembali menduduki trotoar. Hal itu dilakukan PKL tepat di depan belasan petugas Satpol PP yang tengah berkumpul.

"Memangnya kami mau menunggu sampai kapan, kami mau cari makan. Emang lu siapa ngatur-ngatur gue" kata seorang PKL.

Sejumlah Satpol PP tampak hanya menonton para PKL tersebut.

Mulai hari ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup dua ruas Jalan Jatibaru Raya di Tanah Abang. Satu ruas diperuntukan buat PKL berjualan pakaian. Namun yang ditampung di badan jalan itu hanya 400 PKL. Satu ruas lagi hanya untuk bus transjakarta. 

Baca juga : Penataan Kawasan Tanah Abang ala Anies-Sandi...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, 82.884 Pelanggar Ditindak

14 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, 82.884 Pelanggar Ditindak

Megapolitan
Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Megapolitan
Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

Megapolitan
Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Megapolitan
Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Megapolitan
Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X