Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sri Mulyani Harap OK OCE Selaras dengan PKH Pemerintah Pusat

Kompas.com - 27/12/2017, 17:34 WIB
Sherly Puspita

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani berharap, program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE) yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta bisa sejalan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Sehingga kita betul-betul menyasar pada kantong-kantong kemiskinan. Angka kemiskinan di Indonesia adalah 10,6 persen sehingga dapat menurunkan tingkat kemiskinan," kata Sri Mulyani saat menyampaikan sambutan dalam acara Musrenbang RPJMD DKI Jakarta 2018-2022 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/12/2017).

PKH merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan uang tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) dengan syarat dapat memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan yang diberikan pemerintah pusat.

Baca juga : Baziz Corner, Etalase Pemasaran Produk OK OCE di Jakarta Utara

Ia berharap, dengan sasaran yang tepat, warga Jakarta punya aktivitas ekonomi yang berkelanjutan sehingga angka kemiskinan dapat ditekan.

"Oleh karena itu PKH dan OK OCE bisa disinkronkan sehingga mereka bisa betul-betul memiliki sesuatu yang mengentaskan kemiskinan yang sifatnya sustainable (berkelanjutan)," ujar dia.

Sri Mulyani berharap, program OK OCE dapat menjadi solusi bagi masalah pengangguran yang tergolong tinggi di Jakarta.

Ia juga mengatakan, program ini sedianya tak hanya menciptakan pengusaha baru, tetapi juga membuat masyarakat yang telah memiliki usaha menjadi punya kesadaran untuk membayar pajak.

Sebab, jika tujuan program tersebut hanya untuk menciptakan pengusaha baru, kata dia, pemerintah pusat pun telah memiliki banyak program bantuan permodalan untuk pelaku usaha kecil menengah.

"Kita berharap bahwa dalam program yang dilakukan oleh Jakarta bisa meng-address itu secara fundamental yang kemudian bisa diterjemahkan dalam bentuk indikator apakah pengangguran, jumlah usaha kecil yang memiliki power, termasuk pengusaha kecil tersebut mulai membayar pajak," paparnya.

Baca juga : Kursus Gratis di PPKPI Bukan Program OK OCE

Dengan demikian, lanjut dia, Pemerintahan Indonesia, khususnya Pemerintah DKI Jakarta, dapat berdiri kokoh dengan kontribusi dari rakyaknya.

"Kecil atau besar tetapi mereka berkontribusi untuk membantu Republik, rasa memiliki Republik, bukan hanya mereka meminta sesuatu dan mereka tidak pernah merasa memiliki untuk ikut memperjuangkan," kata Sri Mulyani.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kisah Sumardi Bangga Layani Peziarah di TMP Kalibata Selama 34 Tahun

Kisah Sumardi Bangga Layani Peziarah di TMP Kalibata Selama 34 Tahun

Megapolitan
Hujan Deras, Perumahan Galaxy dan Jatiasih Bekasi Terendam Banjir

Hujan Deras, Perumahan Galaxy dan Jatiasih Bekasi Terendam Banjir

Megapolitan
Jakarta Hujan Lebat, Cilincing dan Kelapa Gading Tergenang Air

Jakarta Hujan Lebat, Cilincing dan Kelapa Gading Tergenang Air

Megapolitan
Imbas Hujan Deras, Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat Muncul Genangan Air

Imbas Hujan Deras, Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat Muncul Genangan Air

Megapolitan
BPBD: Bekasi Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang, Ini Lokasinya

BPBD: Bekasi Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang, Ini Lokasinya

Megapolitan
BPBD: Jakarta Berpotensi Hujan Sedang-Lebat, Ini Lokasinya

BPBD: Jakarta Berpotensi Hujan Sedang-Lebat, Ini Lokasinya

Megapolitan
Pilih Pulang Hari Jumat, Sejumlah Pemudik Asal Jawa Barat Sebut Jalanan Lancar

Pilih Pulang Hari Jumat, Sejumlah Pemudik Asal Jawa Barat Sebut Jalanan Lancar

Megapolitan
Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Pemudik Masuk ke Jawa Barat Terjadi pada Senin dan Selasa

Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Pemudik Masuk ke Jawa Barat Terjadi pada Senin dan Selasa

Megapolitan
Mengenal Sumardi, 'Google Maps' Berjalan di TMP Kalibata

Mengenal Sumardi, "Google Maps" Berjalan di TMP Kalibata

Megapolitan
Siang Ini, 'One Way' dari Puncak ke Arah Jakarta Diberlakukan

Siang Ini, "One Way" dari Puncak ke Arah Jakarta Diberlakukan

Megapolitan
Polres Depok Turunkan 200 Personel, Pantau Rumah Kosong Warga yang Mudik

Polres Depok Turunkan 200 Personel, Pantau Rumah Kosong Warga yang Mudik

Megapolitan
Polisi Berlakukan 'Contraflow' dari GT Ciawi ke Puncak

Polisi Berlakukan "Contraflow" dari GT Ciawi ke Puncak

Megapolitan
Puncak Arus Wisata dan Mudik Lebaran di Jalur Puncak Diprediksi Terjadi Sabtu-Minggu

Puncak Arus Wisata dan Mudik Lebaran di Jalur Puncak Diprediksi Terjadi Sabtu-Minggu

Megapolitan
'One Way' Diberlakukan ke Arah Puncak karena Volume Kendaraan Meningkat

"One Way" Diberlakukan ke Arah Puncak karena Volume Kendaraan Meningkat

Megapolitan
Rela Macet-macetan, asal ke Puncak...

Rela Macet-macetan, asal ke Puncak...

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com