Kompas.com - 28/12/2017, 13:45 WIB
Proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARProyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Puslabfor Mabes Polri akan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara di Apartemen Pakubuwono Spring, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2017). Olah TKP itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab robohnya bangunan di apartement tersebut.

"Nanti dari penyidik Polres Jaksel, Labfor Mabes Polri dan Inafis akan ke TKP. Kita akan memeriksa di sana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis.

Argo menambahkan, hasil olah TKP tersebut akan menjadi rumusan penyidik untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya tiga orang pekerja yang tertimpa bangunan yang roboh itu.

Baca juga : Setelah Tertimpa Bangunan Selama 20 Jam, Jenazah Pekerja Pakubuwono Spring Akhirnya Dievakuasi

"Seandainya kita sudah menerima hasil Labfor, nanti bertahap, dalam penyelidikan akan diketahui arah mana yang akan ditanyakan kepada orang-orang yang bertanggung jawab," ucap dia.

Tembok yang roboh di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Tembok yang roboh di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

Argo menyampaikan, sejauh ini sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan. Ketiga saksi tersebut merupakan korban yang selamat dari reruntuhan bangunan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti semuanya berbicara ahli, kenapa bisa terjadi kecelakaan, apakah itu karena tidak kuatnya fondasi tidak kuatnya apa. Itu semua tetap butuh penelitian dari ahli, ahli dari Labfor yang lebih paham," kata Argo.

Sebelumnya Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pekerja sedang mengerjakan fabrikasi kayu atau plafon di area podium. Area podium patah dan roboh pada tepinya, Rabu dini hari.

"Pekerja bangunan yang berada di bawah tertimpa reruntuhan bangunan hingga mengakibatkan enam pekerja menjadi korban," ujar Mardiaz.

Dari enam korban, tiga di antaranya meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan. Mereka adalah Adi alias Bima, Kirul Ma'sum, dan Dedi Irawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Jatipadang

Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Jatipadang

Megapolitan
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Syarat Naik Pesawat yang Berlaku

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Syarat Naik Pesawat yang Berlaku

Megapolitan
Tak Ada Libur Panjang pada Periode Natal dan Tahun Baru, Siswa di Jakbar Wajib Ikut Kegiatan Sekolah lewat Zoom

Tak Ada Libur Panjang pada Periode Natal dan Tahun Baru, Siswa di Jakbar Wajib Ikut Kegiatan Sekolah lewat Zoom

Megapolitan
Anies Telanjur Putuskan PPKM Level 3 pada Libur Natal dan Tahun Baru, Wagub Bilang Akan Disesuaikan

Anies Telanjur Putuskan PPKM Level 3 pada Libur Natal dan Tahun Baru, Wagub Bilang Akan Disesuaikan

Megapolitan
Buruh Akan Kembali Demo di Balai Kota Besok, Wagub DKI: Kami Hormati, tetapi...

Buruh Akan Kembali Demo di Balai Kota Besok, Wagub DKI: Kami Hormati, tetapi...

Megapolitan
Banjir Rob Kembali Terjang Lodan Ancol, Warga: Ya Allah, Kenapa Bisa Sampai Begini...

Banjir Rob Kembali Terjang Lodan Ancol, Warga: Ya Allah, Kenapa Bisa Sampai Begini...

Megapolitan
Pemkab Bekasi Akan Tertibkan 64 Bangunan Liar di Kawasan Exit Tol Cibitung-Cilincing

Pemkab Bekasi Akan Tertibkan 64 Bangunan Liar di Kawasan Exit Tol Cibitung-Cilincing

Megapolitan
Warga Geruduk Kafe di Pancoran Usai Lihat Video Sejumlah Pria Berpakaian Wanita Berjoget

Warga Geruduk Kafe di Pancoran Usai Lihat Video Sejumlah Pria Berpakaian Wanita Berjoget

Megapolitan
Anies Telanjur Teken Keputusan PPKM Level 3 pada 24 Desember 2021

Anies Telanjur Teken Keputusan PPKM Level 3 pada 24 Desember 2021

Megapolitan
Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Bus Transjakarta, Polisi Periksa Sopir dan 3 Saksi Lainnya

Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Bus Transjakarta, Polisi Periksa Sopir dan 3 Saksi Lainnya

Megapolitan
Tanaman Mirip Bunga Bangkai Ditemukan di Kembangan, Tumbuh di Balik Tumpukan Sampah

Tanaman Mirip Bunga Bangkai Ditemukan di Kembangan, Tumbuh di Balik Tumpukan Sampah

Megapolitan
Kecelakaan Bus Transjakarta Kembali Telan Korban Jiwa, Kali Ini Tewaskan Pejalan Kaki

Kecelakaan Bus Transjakarta Kembali Telan Korban Jiwa, Kali Ini Tewaskan Pejalan Kaki

Megapolitan
Kali Sabi Tangerang Sempat Meluap, Ketinggian Air Kini Rata dengan Jalan

Kali Sabi Tangerang Sempat Meluap, Ketinggian Air Kini Rata dengan Jalan

Megapolitan
Ribuan Buruh Akan Demo di Istana dan Balai Kota DKI Besok, Tuntut UMP Jakarta Naik 10 Persen

Ribuan Buruh Akan Demo di Istana dan Balai Kota DKI Besok, Tuntut UMP Jakarta Naik 10 Persen

Megapolitan
Empat Jam Terperosok di Jalan Boulevard GDC, Truk Pasir Berhasil Dievakuasi

Empat Jam Terperosok di Jalan Boulevard GDC, Truk Pasir Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.