Kemnaker: Pengerjaan Konstruksi Pakubuwono Spring Tak Penuhi Standar K3

Kompas.com - 28/12/2017, 13:46 WIB
Tembok yang roboh di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017). Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta SelatanTembok yang roboh di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pengecekan terkait insiden robohnya tembok di proyek Apartemen Pakubuwono Spring yang menewaskan tiga pekerja.

Dari hasil investigasi sementara unit reaksi cepat Kemnaker diketahui bahwa prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3) tidak dipenuhi.

"Saat kejadian, prosedur K3-nya tidak dilakukan," kata Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Herman Prakoso Hidayat kepada Kompas.com, Kamis (28/12/2017).

Baca juga: Anies: Pastikan Semua Korban Robohnya Podium Pakubuwono Spring Dirawat

Herman mengatakan, saat insiden tembok patah dan roboh itu, ada pekerja di atas atap yang melakukan penimbunan tanah untuk membuat taman.

Namun, saat bersamaan, ada pekerja juga yang mengerjakan interior di bawahnya. Pekerja yang di bawah ini yang akhirnya menjadi korban.

"Seharusnya tidak boleh. Kalau di atas ada pengerjaan, di bawahnya harus steril, tidak boleh ada orang," ujar Herman.

Baca juga: Setelah Tertimpa Bangunan Selama 20 Jam, Jenazah Pekerja Pakubuwono Spring Akhirnya Dievakuasi

Menurut Herman, proses konstruksi itu melanggar aturan K3. Tindakan ini bisa dijerat, apalagi sampai menewaskan korban. Herman mengatakan, pihaknya akan melakukan penindakan setelah penyelidikan rampung.

Tembok di salah satu bangunan di Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, roboh pada Selasa (26/12/2017) malam. Tiga pekerja tewas, sementara tiga lainnya terluka.

Salah satu pekerja yang tewas baru dievakuasi 20 jam kemudian karena terjebak di bawah reruntuhan. Hingga saat ini, Kompas.com masih berusaha mengonfirmasi kepada pengelola.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Megapolitan
Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Megapolitan
Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Megapolitan
Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Megapolitan
[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

Megapolitan
Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Megapolitan
Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Megapolitan
Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X