Tanggapi Sri Mulyani, DKI Sebut Biaya Perjalanan Dinas Sesuai Kemampuan Daerah

Kompas.com - 28/12/2017, 16:39 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati
Penulis Jessi Carina
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tuty Kusumawati menjelaskan biaya perjalanan dinas di DKI Jakarta. Biaya ini sebelumnya menjadi sorotan Menteri Keuangan Sri Mulyani karena dinilai lebih besar tiga kali lipat dari standar nasional.

Tuty mengatakan, biaya perjalanan dinas di Jakarta berdasarkan Permendagri Nomor 52 Tahun 2015.

"Bahwa biaya perjalanan dinas daerah ditetapkan keputusan kepala daerah yang kemudian berdasarkan pada asas-asas akuntabilitas, transparansi, kepatutan, kewajaran," ujar Tuty di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/12/2017).

"Dan juga disebutkan di Permendagri 52 itu atas asas ketersediaan atau kemampuan pendanaan daerah," tambahnya.


Baca juga: Sri Mulyani Singgung Biaya Perjalanan Dinas DKI yang 3 Kali Lipat Standar Nasional

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/12/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/12/2017).
Atas dasar itu, beberapa SKPD mengkaji biaya perjalanan dinas. Pada 2016, biaya perjalanan dinas ditetapkan Rp 1,5 juta per hari. Tuty mengatakan, jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Jika dilihat dari total APBD, biaya perjalanan dinas mengambil porsi 0,3 persen dari APBD.

"Untuk angka Rp 1,5 juta ini sudah ditetapkan sejak Mei 2016 ya," kata Tuty.

Baca juga: Perbedaan Sikap Ahok dengan Nusron Wahid soal Perjalanan Dinas DPR

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan Pemprov DKI terkait pengawasan penggunaan anggaran APBD DKI, salah satunya mengenai besarnya biaya perjalanan dinas.

Sebab, anggaran perjalanan dinas Pemprov DKI cukup besar jika dibandingkan standar perjalanan dinas secara nasional.

"Satuan biaya uang harian perjalanan dinas di DKI sama pusat hampir 3 kali lipatnya, Rp 1,5 juta per orang per hari di DKI, standar nasional itu hanya Rp 480.000 per orang per hari," ujar Sri Mulyani saat menghadiri acara Musrenbang DKI Jakarta di Balai Kota.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Kebon Jeruk

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Kebon Jeruk

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

Megapolitan
Usai Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Beroperasi Normal

Usai Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Beroperasi Normal

Megapolitan
Jokowi Disebut Tak Bisa Hadir, Relawan di Taman Pandang Istana Membubarkan Diri

Jokowi Disebut Tak Bisa Hadir, Relawan di Taman Pandang Istana Membubarkan Diri

Megapolitan
Eggi Sudjana Sering Jadi Pelanggan Jasa Pijat Tersangka Perakit Bom

Eggi Sudjana Sering Jadi Pelanggan Jasa Pijat Tersangka Perakit Bom

Megapolitan
Pengacara: Eggi Sudjana Ditangkap untuk Diklarifikasi sebagai Saksi Kasus Perakit Bom

Pengacara: Eggi Sudjana Ditangkap untuk Diklarifikasi sebagai Saksi Kasus Perakit Bom

Megapolitan
Polisi Geledah Rumah Eggi Sudjana, Ponselnya Diambil Jadi Barang Bukti

Polisi Geledah Rumah Eggi Sudjana, Ponselnya Diambil Jadi Barang Bukti

Megapolitan
Sedang Dalam Penangguhan Penahanan, Eggi Sudjana Kembali Ditangkap Polisi

Sedang Dalam Penangguhan Penahanan, Eggi Sudjana Kembali Ditangkap Polisi

Megapolitan
Relawan Jokowi-Ma'ruf Bubar, Sampah Berserakan di Kawasan Monas

Relawan Jokowi-Ma'ruf Bubar, Sampah Berserakan di Kawasan Monas

Megapolitan
BERITA FOTO: Parade Budaya Nusantara Meriahkan Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

BERITA FOTO: Parade Budaya Nusantara Meriahkan Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Berita Foto
Datang ke DPR dan Mengaku Presiden Terpilih, Pria Ini Diamankan Polisi

Datang ke DPR dan Mengaku Presiden Terpilih, Pria Ini Diamankan Polisi

Megapolitan
Reaksi Relawan yang Nobar di Monas Saat Dengar Jokowi Sebut Prabowo Sahabat Baik

Reaksi Relawan yang Nobar di Monas Saat Dengar Jokowi Sebut Prabowo Sahabat Baik

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik, Relawan Bertepuk Tangan dan Bersorak Sorai

Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik, Relawan Bertepuk Tangan dan Bersorak Sorai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X