Kadis Tenaga Kerja Sebut Ada Kelalaian dalam Robohnya Tembok Pakubuwono Spring

Kompas.com - 28/12/2017, 19:05 WIB
Bangunan ambruk di Apartemen Pakubuwono Spring di Jalan Teuku Nyak Arief, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARBangunan ambruk di Apartemen Pakubuwono Spring di Jalan Teuku Nyak Arief, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono mengatakan, hasil penyelidikan memperlihatkan adanya unsur kelalaian dalam robohnya tembok Apartemen Pakubuwono Spring.

Pihak kontraktor pembangunan dinilai tidak menjalankan aturan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Ini artinya sementara dia lalai, tidak menjalankan apa yang diamanatkan UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatkan dan Kesehatan Kerja," ujar Priyono ketika dihubungi, Kamis (28/12/2017).

Baca juga : Kemnaker Pastikan Korban Robohnya Tembok Pakubuwono Spring Dapat Santunan

Priyono mengatakan, hal ini termasuk tindak pidana ringan. Biasanya, kata Priyono, polisi akan memutuskan bahwa kontraktor berbuat kelalaian sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Dinas Ketenagakerjaan sendiri membantu proses penyelidikan kasus ini. Hasilnya akan diserahkan ke polisi untuk membantu penyelidikan di sana.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Triyanto juga mengatakan ada kelalaian dalam robohnya tembok Apartemen Pakubuwono Spring.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada temuan terkait sisi konstruksi teknis pembangunan itu. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedang membuat surat penetapan kecelakaan kerja.

Baca juga : Soal Robohnya Tembok, Kemnaker Panggil Pengelola Pakubuwono Spring

Selain itu, kata Triyanto, pihaknya akan menentukan besar santunan yang harus diberikan kontraktor kepada korban. "Sedang diproses surat penetapan kecelakaan kerja dan besaran santunannya," ujar dia.

Tembok di salah satu bangunan di Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, roboh pada Selasa (26/12/2017) malam. Tiga pekerja tewas, sementara tiga lainnya terluka.

Salah satu pekerja yang tewas baru dievakuasi 20 jam kemudian karena terjebak di bawah reruntuhan. Hingga saat ini, Kompas.com masih berusaha mengonfirmasi kepada pengelola.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Ada Titik Terang, Kejaksaan: Penyelidikan Butuh Kehati-hatian

Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Ada Titik Terang, Kejaksaan: Penyelidikan Butuh Kehati-hatian

Megapolitan
Ingat, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Ingat, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Resmi Beroperasi, Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Resmi Beroperasi, Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Kejaksaan Belum Mampu Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok

Ini Alasan Kejaksaan Belum Mampu Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok

Megapolitan
Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Megapolitan
Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Megapolitan
Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X