Sebelum Roboh, Tembok Pakubuwono Spring Diduga Bocor Setelah Gempa

Kompas.com - 29/12/2017, 16:40 WIB
Bambang Irawan dan Merdi Ardiansyah dari PT Total Bangun Persada di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Jumat (29/12/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARBambang Irawan dan Merdi Ardiansyah dari PT Total Bangun Persada di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Jumat (29/12/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kontraktor Apartemen Pakubuwono Spring akhirnya angkat bicara soal insiden yang merenggut tiga nyawa pekerjanya pada Selasa (26/12/2017) malam lalu.

Project Manager Merdi Ardiansyah mengungkapkan bahwa ketika tembok itu roboh, tengah dilakukan pemeriksaan kebocoran. Kebocoran sendiri diduga bermula saat gempa bumi terjadi 16 Desember lalu.

"Jadi konstruksinya komposit beton baja, ada platform dindingnya sehinga karena terjadi kebocoran kami tidak bisa lihat sumbernya dari mana, jadi untuk itu kami meneliti sumber kebocoran," kata Merdi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Baca juga : Kadis Tenaga Kerja Sebut Ada Kelalaian dalam Robohnya Tembok Pakubuwono Spring

Pemeriksaan kebocoran dilakukan dengan menggeser timbunan tanah di bagian atap. Tanah di atap itu rencananya akan jadi taman.

Tembok yang roboh di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Tembok yang roboh di proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

Namun saat salah satu pekerja sedang menyapu dan menggeser lapisan tanah, tiba-tiba atap beton itu ambruk. Di bawahnya, tiga korban tewas tengah menyelesaikan pemasangan kayu untuk roof garden.

Merdi membantah bahwa kondisi bangunan yang ambruk itu belum sempurna. Ia mengatakan saat roboh itu, konstruksinya utamanya sudah selesai sesuai perencanaan. Sehingga, tak ada yang pekerja yang menduga saat itu bangunan bisa ambruk.

Baca juga : Polisi Sita Gambar Site Plan dan Besi Cor Pakubuwono Spring

"Kecuali kalau saat itu kami sedang ngecor atau ya prosesnya masih sangat berat. Tapi waktu itu tinggal finishing saja," ujar Merdi.

Terkait soal perubahan desain bangunan dari atap beton menjadi atap kaca, menurut Merdi hal tersebut tak terkait dengan robohnya tembok. Sebab perubahan tersebut masih dalam tahap kajian. Hingga saat ini, Merdi mengaku belum mengetahui penyebab kerobohan terjadi.

"Sampai dengan saat ini kami belum bisa apa-apa yang memicu apa yang terjadi. Dari aspek gambar semua sudah sesuai," ujar Merdi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lion Air Group Hentikan Penerbangan hingga 31 Mei, Ini Penjelasannya

Lion Air Group Hentikan Penerbangan hingga 31 Mei, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Skenario New Normal Sekolah di Kota Tangerang: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

Skenario New Normal Sekolah di Kota Tangerang: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

Megapolitan
Syahrini Laporkan Pemilik Akun Medsos, Diduga Terkait Pornografi dan Pencemaran Nama Baik

Syahrini Laporkan Pemilik Akun Medsos, Diduga Terkait Pornografi dan Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sudah Lima Kali Beraksi di Tangsel dan Jakarta

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sudah Lima Kali Beraksi di Tangsel dan Jakarta

Megapolitan
Bertambah 137 Orang, Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Kembali Naik Setelah 4 Hari Turun

Bertambah 137 Orang, Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Kembali Naik Setelah 4 Hari Turun

Megapolitan
Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

Megapolitan
Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Megapolitan
Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Megapolitan
Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X