Penyelundupan 1 Ton Sabu hingga Geng Motor yang Menonjol di Depok Selama 2017

Kompas.com - 30/12/2017, 07:15 WIB
Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugas dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok usai menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari China melalui  Dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017) IstimewaTim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugas dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok usai menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari China melalui Dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017)
|
EditorKurnia Sari Aziza

DEPOK, KOMPAS.com - Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto mengatakan, sepanjang 2017 terdapat tiga kasus hukum yang menonjol.

Pertama, kasus penyelundupan sabu 1 ton. Polres Depok dan Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan, Satgas Merah Putih, untuk menindaklanjuti rencana penyelundupan narkoba dari China ke Indonesia, Juli 2017.

Hasilnya, Satgas Merah Putih membekuk residivis narkoba asal Taiwan yang mendarat di Indonesia, melalui Bandara Soekarno-Hatta dan mengamankan barang bukti sabu 1 ton yang diselundupkan melalui jalur laut di wilayah Anyer.

"Ini kerja sama Polresta Depok dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polda Metro Jaya," kata Didik di Polresta Depok, Jumat (29/12/2017).

Baca juga: Begini Proses Mengungkap Penyelundupan Sabu 1 Ton dari China

Petugas Kepolisian menunjukan barang bukti terkait kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap pakar IT ITB Hermansyah saat rilis kasus di Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/7/2017).  Iriawanmenjelaskan bahwa kasus pengeroyokan Hermansyah ini terjadi secara spontan tidak ada rekayasa dan tidak ada hubungannya dengan Habib Rizieq.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Petugas Kepolisian menunjukan barang bukti terkait kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap pakar IT ITB Hermansyah saat rilis kasus di Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/7/2017). Iriawanmenjelaskan bahwa kasus pengeroyokan Hermansyah ini terjadi secara spontan tidak ada rekayasa dan tidak ada hubungannya dengan Habib Rizieq.
Kedua, kasus penganiayaan pakar telematika ITB, Hermansyah. Penganiayaan terjadi pada 9 Juli 2017 pukul 04.00. Saat itu, Hermansyah dan istrinya hendak pulang ke Depok menggunakan Toyota Avanza berpelat nomor B 1086 ZFT.

Mobil Hermansyah bersenggolan dengan mobil jenis Sedan di jalan Tol Jagorawi Km 6. Pengemudi sedan memaksa Hermansyah menepi. Saat itulah, ia dikeroyok 5 orang. Akibatnya, Hermansyah luka berat di kepala, leher, dan tangan.

"Penganiayaan Hermansyah kami kerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Umum, tersangka juga sudah kami serahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ucap Didik.

Baca juga: Penyerang Hermansyah Serahkan Diri karena Takut Terus Dikejar

Polres Depok menampilkan para tersangka geng motor pelaku perampokan toko pakaian.KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Polres Depok menampilkan para tersangka geng motor pelaku perampokan toko pakaian.
Ketiga, aksi penjarahan geng motor di kios pakaian Fernando, Jalan Sentosa Raya, Minggu (24/12/2017) dini hari.

Aksi penjarahan yang dilakukan puluhan anggota geng motor itu terekam CCTV dan viral di media sosial. Polresta Depok sudah menetapkan 17 tersangka. Sebagian tersangka masih di bawah umur.

Baca juga: Ibu Anggota Geng Motor: Kaget, Enggak Sangka Anak Saya Ikut Begini

"Saat ini sedang kami lakukan penanganan terhadap 17 tersangka, dan beberapa orang sedang kami lakukan pengejaran," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X