Pontang-panting Catat Aset, Sandiaga Akan Tambah Pegawai di BPAD DKI

Kompas.com - 02/01/2018, 22:37 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, bersama wakil DPRD DKI M. Taufik dan anggota DPRD Bestari Barus  menyapa para penonton di panggung utama pantai Carnaval Ancol, Senin (1/1/2018). Sandiaga hadir untuk merayakan pergantian tahun bersama pengunjung Ancol. Kompas.com/Setyo AdiWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, bersama wakil DPRD DKI M. Taufik dan anggota DPRD Bestari Barus menyapa para penonton di panggung utama pantai Carnaval Ancol, Senin (1/1/2018). Sandiaga hadir untuk merayakan pergantian tahun bersama pengunjung Ancol.
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Badan Pencatatan Aset Daerah (BPAD) DKI kewalahan mencatat aset Pemprov DKI. Pegawai yang bekerja di badan yang baru terbentuk 2017 itu masih sedikit. Padahal, lanjutnya, pencatatan aset harus segera dilaporkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI pada 31 Maret 2018.

"BPAD menginginkan secara urgent penambahan staf, karena mereka terpontang panting mencatat aset Rp 421 triliun ini," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Ia akan menambah pegawai di BPAD DKI, khususnya yang ahli akuntansi.

Hal ini juga diusulkan konsultan dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Ilya Avianti dalam rapat road to WTP, hari ini. Ilya mengusulkan Pemprov DKI memberdayakan para pegawai honorer untuk membantu pekerjaan BPAD.

Baca juga: Kejar Opini WTP, DKI Akan Buat Ingub Pencatatan Aset

"Pegawai honorer atau lulusan baru D3 akuntansi juga bisa, pas lagi semangat-semangatnya bekerja mereka," kata Ilya.

Hal ini dilakukan untuk meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Baca juga: Tanggapi Tantangan Sri Mulyani soal WTP, Sandi Janji Kerja Lebih Keras

Selain itu, Ilya juga mengusulkan agar Pemprov DKI membuat payung hukum terhadap sistem pencatatan aset. Sandiaga berjanji akan mempercepat proses pembuatan instruksi gubernur (ingub) pencatatan aset.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Majelis Hakim, Dwi Sasono Minta Pengurangan Hukuman

Kepada Majelis Hakim, Dwi Sasono Minta Pengurangan Hukuman

Megapolitan
Akibat Pandemi Covid-19, Tender MRT Harmoni-Kota 2 Kali Gagal Lelang

Akibat Pandemi Covid-19, Tender MRT Harmoni-Kota 2 Kali Gagal Lelang

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Kasus Positif Terus Meningkat

Kota Bogor Zona Merah, Kasus Positif Terus Meningkat

Megapolitan
Kapolres Jaksel Sebut Tak Ada Bentrokan di TMP Kalibata

Kapolres Jaksel Sebut Tak Ada Bentrokan di TMP Kalibata

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Penjual Narkoba di Hotel Kawasan Cempaka Putih

Polisi Tangkap 5 Penjual Narkoba di Hotel Kawasan Cempaka Putih

Megapolitan
Diduga Depresi, Pemuda di Bekasi Tewas Gantung Diri di Rumah

Diduga Depresi, Pemuda di Bekasi Tewas Gantung Diri di Rumah

Megapolitan
Bentrokan di TMP Kalibata, Saksi Sebut Demonstran Lari Kocar-kacir

Bentrokan di TMP Kalibata, Saksi Sebut Demonstran Lari Kocar-kacir

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi, Wisma Jakarta Islamic Centre Khusus Pasien OTG Warga Jakut

Jadi Tempat Isolasi, Wisma Jakarta Islamic Centre Khusus Pasien OTG Warga Jakut

Megapolitan
Sebelum Bentrokan Terjadi, Sejumlah Purnawirawan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Sebelum Bentrokan Terjadi, Sejumlah Purnawirawan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Megapolitan
UPDATE 30 September: Bertambah 9 Kasus Positif dan 9 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 30 September: Bertambah 9 Kasus Positif dan 9 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Komnas Perempuan Harap Pelaku Peras Payudara di Pondok Aren Ditangkap

Komnas Perempuan Harap Pelaku Peras Payudara di Pondok Aren Ditangkap

Megapolitan
Bocah di Bekasi yang Lantunkan Ayat Al Quran saat Dirawat di RSPAD Meninggal Dunia

Bocah di Bekasi yang Lantunkan Ayat Al Quran saat Dirawat di RSPAD Meninggal Dunia

Megapolitan
Bentrok di TMP Kalibata, Kaca Angkot Pecah

Bentrok di TMP Kalibata, Kaca Angkot Pecah

Megapolitan
Jenazah Dokter Aborsi Ilegal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Jenazah Dokter Aborsi Ilegal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Buka Balai Latihan Kerja di Kelurahan

Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Buka Balai Latihan Kerja di Kelurahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X