Kompas.com - 07/01/2018, 16:17 WIB
AM (20), pembunuh arsitek bernama Feri Firman (50) saat di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/1/2018). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaAM (20), pembunuh arsitek bernama Feri Firman (50) saat di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/1/2018).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang arsitek bernama Feri Firman (50) ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Poin Mas, Pancoran Mas, Depok. Dia dibunuh oleh tukang pijit langganannya yang bernama AM (20).

Direktur Reserse Kriminal Umum Poldw Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, Feri dibunuh oleh AM pada 10 Desember 2017 lalu. Namun, jasad Feri yang sudah membusuk baru ditemukan pada 3 Januari 2018.

"Korban baru ditemukan setelah tetangganya curiga dengan bau busuk dari rumah korban," ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/1/2018).

Nico menambahkan, setelah mendapat informasi terkait tewasnya Feri, penyidik langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan hasil olah TKP itu, Feri diduga tewas karena dibunuh.

"Setelah olah TKP dengan tim DVI dan Labfor kami menemukan kejanggalan. Ditemukan juga tetesan darah di beberapa bagian rumah korban," ucap dia.

Berdasarkan keterangan saksi, kata Nico, orang terakhir yang terlihat bertamu ke rumah Feri adalah AM. Polisi pun langsung mengejar AM dan menangkapnya di kawasan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (6/1/2018) kemarin.

Nico menerangkan, saat diinterogasi AM mengakui telah membunuh Feri. Pada 10 Desember 2017 lalu, AM bersama adiknya datang ke rumah Feri untuk meminjam uang guna membayar kontrakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat berkunjung pelaku bilang bahwa keluarganya sedang membutuhkan uang untuk membayar kontrakan. Jika tak segera membayar pelaku dan keluarganya akan diusir," kata Nico.

Bukannya memberi pinjaman, Feri malah menyarankan agar keluarga AM untuk sementara tinggal di rumahnya. Tak dapat pinjaman, AM bersama adiknya kembali ke rumah kontrakannya di kawasan Cinere, Depok.

Namun, saat pukul 23.00, AM kembali mendatangi rumah Feri. Saat itu pelaku datang karena korban meminta untuk dipijat.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Megapolitan
Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Megapolitan
Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

Megapolitan
Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X