Sandiaga Tak Ingin Beli Lahan Baru untuk Bangun RS Khusus Kanker

Kompas.com - 08/01/2018, 10:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meninjau ruang NICU yang bernuansa pink di RSUD Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Jumat (5/1/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meninjau ruang NICU yang bernuansa pink di RSUD Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Jumat (5/1/2018).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tidak ingin membeli lahan baru untuk dibangun rumah sakit khusus jantung dan kanker. Menurut dia, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta menggunakan lahan yang sudah ada.

"Pemprov DKI juga banyak lahan, Pemprov tidak perlu beli lahan lagi," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (8/1/2018).

Sandiaga akan menugaskan jajarannya mencari lahan yang pas untuk dibangun rumah sakit. Dia meminta agar lahan-lahan yang sudah dimiliki Pemprov DKI segera didata.

Menurut dia, hal itu merupakan salah satu alternatif agar Pemprov DKI tetap bisa membangun rumah sakit khusus kanker. Sebab, pembelian lahan RS Sumber Waras yang semula akan dijadikan rumah sakit kanker dibatalkan.

Baca juga: Upaya Sandiaga Bereskan Peliknya Masalah Sumber Waras

Sandiaga ingin membangun rumah sakit kanker dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Selain menggunakan lahan sendiri, alternatif lain adalah bekerja sama dengan pihak swasta. Lahan yang digunakan bisa milik swasta.

Baca juga: Sandi: Pengembalian Uang Sumber Waras Satu-satunya Cara Hindari Kerugian Negara

"Jadi, bukan hanya lahan milik Pemprov, melainkan juga swasta yang miliki lahan. Jadi, kami tidak akan beli, tetapi kerja sama," ujar Sandiaga.

Kisruh lahan Sumber Waras berawal saat Pemprov DKI Jakarta membeli lahan milik Yayasan Sumber Waras senilai Rp 800 miliar dengan APBD-P 2014.

Baca juga: Sandiaga: Pembelian Lahan Cengkareng dan Sumber Waras Harus Diselesaikan secara Hukum

Menurut rencana, di atas lahan tersebut akan dibangun rumah sakit kanker pertama milik DKI. Pembelian itu dinilai bermasalah oleh BPK karena Pemprov DKI membayar terlalu mahal sehingga merugikan negara Rp 191 miliar.

KPK Tidak Temukan Korupsi Pembelian Lahan Sumber Waras

Blok Plan RS Jantung dan Kanker (kiri) milik Pemprov DKI, 25 lantai plus 500 unit apartemen, dan RS Pemeliharaan Sel dan Infeksi (kanan) milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.KOMPAS/WINDORO ADI Blok Plan RS Jantung dan Kanker (kiri) milik Pemprov DKI, 25 lantai plus 500 unit apartemen, dan RS Pemeliharaan Sel dan Infeksi (kanan) milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pencuri Ponsel di Ciputat Ditangkap, Berpura-pura Minta Sumbangan

Dua Pencuri Ponsel di Ciputat Ditangkap, Berpura-pura Minta Sumbangan

Megapolitan
Harga Daging Ayam Naik Jelang Natal Akibat Ketergantungan Pakan Impor

Harga Daging Ayam Naik Jelang Natal Akibat Ketergantungan Pakan Impor

Megapolitan
Nenek dan Cucu di Bogor Jadi Korban Tabrakan Harley Davidson

Nenek dan Cucu di Bogor Jadi Korban Tabrakan Harley Davidson

Megapolitan
Audiensi dengan DPRD Kota Bekasi, Pendemo Minta Solusi Polemik KS-NIK

Audiensi dengan DPRD Kota Bekasi, Pendemo Minta Solusi Polemik KS-NIK

Megapolitan
Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Megapolitan
PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

Megapolitan
Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Megapolitan
Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Megapolitan
Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Megapolitan
Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Megapolitan
Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Megapolitan
Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Megapolitan
Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X