Mayat Bayi Dalam Pesawat Diduga Dibuang TKW yang Kerja di Abu Dhabi

Kompas.com - 08/01/2018, 20:28 WIB
ilustrasi aborsi THINKSTOCKilustrasi aborsi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembuang mayat bayi laki-laki di tempat sampah pesawat Etihad Airways diduga seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia berinisial H. Adapun H bekerja di Abu Dhabi.

"Dia kerja di Abu Dhabi empat tahun belakangan," ujar Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Ahmad Yusep saat dikonfirmasi, Senin (8/1/2018).

Yusep menyampaikan, pihaknya mencurigai H membuang bayi tersebut karena saat perjalanan dari Abu Dhabi ke Indonesia dia sempat pendarahan. Dia juga sempat mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.

Namun, penyidik belum dapat memastikan hal tersebut. Sebab, saat ini H masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Indonesia.

"Saat ini yang bersangkutan masih tahap pemulihan. Kami masih proses pengumpulan bahan keterangan dan bukti untuk memastikan hal tersebut," kata Yusep.

Baca juga : Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan di Tong Sampah Pesawat

Sejauh ini, kata Yusep, status H masih sebatas saksi. Penyidik belum bisa meningkatkan statusnya menjadi tersangka.

Mayat bayi laki-laki ditemukan di tempat sampah pesawat Etihad Airways yang baru mendarat di Bandara Soekarno Hatta dari Abu Dhabi, Sabtu (6/1/2018) sore. Bayi malang tersebut diduga korban aborsi.

Orang yang pertama kali menemukan bayi tersebut yakni petugas cleaning service pesawat tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permukimannya Jadi Zona Merah, Pemuda di Pondok Aren Buat Masker untuk Dibagikan ke Warga

Permukimannya Jadi Zona Merah, Pemuda di Pondok Aren Buat Masker untuk Dibagikan ke Warga

Megapolitan
Pemkot Sarankan Rumah Makan hingga Pasar di Bekasi Beralih Jualan Lewat Online

Pemkot Sarankan Rumah Makan hingga Pasar di Bekasi Beralih Jualan Lewat Online

Megapolitan
Kepedulian Ibu-ibu PKK Jakbar, Bagikan Makanan untuk Tenaga Medis di RSUD dan Puskesmas

Kepedulian Ibu-ibu PKK Jakbar, Bagikan Makanan untuk Tenaga Medis di RSUD dan Puskesmas

Megapolitan
Hasil Rapid Test Sementara Kota Tangerang, 26 Orang Positif Covid-19

Hasil Rapid Test Sementara Kota Tangerang, 26 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Tuai Simpati, Aksi Emak-emak Berbagi Makanan untuk Mahasiswa Rantau UI Makin Banyak Pengikut

Tuai Simpati, Aksi Emak-emak Berbagi Makanan untuk Mahasiswa Rantau UI Makin Banyak Pengikut

Megapolitan
Banjir Landa Perumahan Mustika Gandaria Bekasi

Banjir Landa Perumahan Mustika Gandaria Bekasi

Megapolitan
Sepi Penumpang karena Covid-19, PO Bus AKAP Kurangi Armadanya

Sepi Penumpang karena Covid-19, PO Bus AKAP Kurangi Armadanya

Megapolitan
Dalam Dua Pekan, Damkar Jakarta Timur Semprot Disinfektan di 731 Titik

Dalam Dua Pekan, Damkar Jakarta Timur Semprot Disinfektan di 731 Titik

Megapolitan
Apartemen yang Disulap Jadi RS Khusus Pasien Covid-19 Mulai Beroperasi Jumat Ini

Apartemen yang Disulap Jadi RS Khusus Pasien Covid-19 Mulai Beroperasi Jumat Ini

Megapolitan
Pasien Positif Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Sebanyak 111 Orang

Pasien Positif Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Sebanyak 111 Orang

Megapolitan
Gratiskan Makanan untuk Penghuni Asrama UI, Emak-emak Ini Tak Berkeberatan Peminatnya Bertambah

Gratiskan Makanan untuk Penghuni Asrama UI, Emak-emak Ini Tak Berkeberatan Peminatnya Bertambah

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 322 Orang dalam Sepekan, Ini Rinciannya

Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 322 Orang dalam Sepekan, Ini Rinciannya

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Ajak Warga Bantu Sesama yang Terdampak Covid-19

Wakil Wali Kota Bekasi Ajak Warga Bantu Sesama yang Terdampak Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Dapat Bantuan Sarung Tangan hingga Hand Sanitizer dari Masyarakat dan Swasta

Pemprov DKI Dapat Bantuan Sarung Tangan hingga Hand Sanitizer dari Masyarakat dan Swasta

Megapolitan
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Capai 11 Persen

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Capai 11 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X