Pembangunan Rusun Pasar Minggu Ditunda - Kompas.com

Pembangunan Rusun Pasar Minggu Ditunda

Kompas.com - 10/01/2018, 09:00 WIB
Bangunan yang menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang pasar tradisional Pasar Minggu. Meski sudah rampung sejak November kemarin, TPS ini sampai kini belum ditempati oleh pedagang. Foto diambil Jumat (29/12/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Bangunan yang menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang pasar tradisional Pasar Minggu. Meski sudah rampung sejak November kemarin, TPS ini sampai kini belum ditempati oleh pedagang. Foto diambil Jumat (29/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan Rumah Susun Pasar Minggu ditunda.

"(Rusun) Pasar Minggu sementara ditunda sampai masalah tanah siap bangun, sedangkan anggarannya kami gunakan untuk pembangunan rusun lain," ucap Khalawi kepada Kompas.com, Rabu (10/1/2018).

Sedianya lahan yang digunakan untuk pembangunan rusun tersebut adalah lahan Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Minggu.

Kondisinya saat ini masih ditempati pedagang yang berjualan. Padahal, tempat penampungan sementara (TPS) telah rampung dibangun guna menjadi tempat berjualan pedagang saat bangunan UPB Pasar Minggu dirobohkan.

Baca juga: 1.270 Unit Rusun Pasar Minggu untuk Warga di Bantaran Ciliwung

Di sisi lain, Khalawi masih belum tahu kapan waktu pembangunan Rusun Pasar Minggu bisa dimulai. Ia akan membicarakannya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

"Jika Pemprov DKI sudah siap, kami akan bicarakan kembali anggarannya," ujar Khalawi.

Berdasarkan rencana awal, Kementerian PUPR akan mengubah pasar tradisional Pasar Minggu menjadi tiga menara rusun dengan total 1.270 unit.

Baca juga: Penghuni Rusun Pasar Minggu Akan Dibekali Keterampilan Wirausaha

Dua menara rusun dibangun setinggi 23 lantai dan sisanya 17 lantai.

Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan rusun tersebut sekitar Rp 540 miliar.


Kompas TV Untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota akan hunian yang murah, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berencana membangun rumah berlapis.

EditorKurnia Sari Aziza
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X