Belum Ada Surat Keputusan, Sekda DKI Tak Bisa Pastikan Waktu Pengukuhan TGUPP

Kompas.com - 11/01/2018, 15:26 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/11/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, surat keputusan (SK) pembentukan tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP) bidang percepatan pembangunan belum dibuat. Oleh karena itu, dia belum bisa memastikan kapan tim tersebut akan dikukuhkan.

"Kan SK-nya saya yang teken nanti ya. Belum, belum (ada SK). SK globalnya Pak Anies (yang teken), satuannya, petikannya, saya yang teken," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurut Saefullah, SK yang diteken baru tentang pembentukan TGUPP bidang Komite Pencegahan Korupsi berjumlah 5 orang dan Komite Harmonisasi Regulasi berjumlah 7 orang. Sementara itu, belum ada SK soal pembentukan TGUPP bidang ekonomi dan lapangan kerja, pengelolaan pesisir, dan percepatan pembangunan.

Baca juga : Sandiaga: Kami Percepat Pengukuhan TGUPP karena Ingin Percepat Pembangunan

Saefullah menyampaikan, pembentukan tim itu merupakan kewenangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Setelah tim itu terbentuk, Anies biasanya akan memanggil Saefullah dan mengenalkan mereka.

"Biasanya datangnya dari Pak Gubernur, kami dipanggil, diperkenalkan, ini yang sudah kan baru dua kali kejadian nih, yang pertama yang pencegahan korupsi, yaitu kami dipanggil, diperkenalkan, terus kami buatin SK-nya," kata Saefullah.

Hingga Kamis siang, Saefullah mengaku belum mendapat arahan dari Anies soal pembuatan SK TGUPP untuk tiga bidang lainnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum mau menjelaskan detail rencana pengukuhan TGUPP bidang percepatan pembangunan. Dia hanya menyebut pengukuhan TGUPP semua bidang akan dipercepat.

"Kami percepat semua (pengukuhan anggota TGUPP) karena kami ingin percepat pembangunan. Jadi, semua tim yang sudah (terbentuk), mestinya cepat (dikukuhkan)," ujar Sandiaga di Pasar Induk Kramatjati.

Dari surat yang didapatkan Kompas.com, rencananya Kamis siang tadi Gubernur Anies akan menggelar rapat internal dan pengukuhan TGUPP bidang percepatan pembangunan. Agenda itu rencananya akan berlangsung di ruang rapat pimpinan gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Surat itu ditandatangani Kepala Biro Kepala Derah dan Kerjasama Luar Negeri Muhammad Mawardi. Dalam undangan itu tercantum nama 21 orang yang diundang.

Saat dikonfirmasi, Mawardi menyebut surat itu hanyalah undangan rapat internal untuk 21 orang. Dia tidak bisa memastikan 21 orang tersebut apakah calon TGUPP bidang percepatan pembangunan.

"Kami hanya mengundang yang akan diundang rapat aja," kata Mawardi saat dihubungi.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X