Mobil Tertabrak Kereta di Pondok Ranji, Dua Penumpang Tewas - Kompas.com

Mobil Tertabrak Kereta di Pondok Ranji, Dua Penumpang Tewas

Kompas.com - 13/01/2018, 11:16 WIB
Mobil Daihatsu Terios bernomor B 1389 QKC yang tertabrak kereta api batu bara di pelintasan Kampung Pladen RT 01 RW 05, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Sabtu (13/1/2018) pagi.Polres Tangerang Selatan Mobil Daihatsu Terios bernomor B 1389 QKC yang tertabrak kereta api batu bara di pelintasan Kampung Pladen RT 01 RW 05, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Sabtu (13/1/2018) pagi.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Tabrakan antara mobil dan kereta terjadi di pelintasan Kampung Pladen RT 001 RW 005, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Sabtu (13/1/2018) pagi.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho menyebut, dua orang tewas dalam insiden itu.

"Mobil Daihatsu Terios berisikan 6 orang penumpang ketika menyeberangi rel kereta api tertabrak kereta api batu bara dari Jakarta ke Merak pukul 04.00," kata Alexander dalam keterangan tertulisnya, Sabtu pagi.

Baca juga : Warga Tertabrak Kereta di Pelintasan Volvo

Ketika tertabrak kereta, mobil langsung terpelanting ke kebon warga yang berada di sekitar lokasi.

Salah satu korban meninggal atas nama Najwa (17) yang beralamat di Pondok Ranji. Sementara itu, satu korban tewas lainnya belum diketahui identitasnya.

Kemudian, dua orang kritis atas nama Andrean (20) dan Antoni Ibrahimo (22) yang berlamat di Kedaung, Pamulang.

"Ada dua orang sadar mengalami luka bernama Nurlela Fernita (17) dan Jeniar Mulya (20)," ujar Alexander. Para korban saat ini berada di RS Prapatan Duren.

Baca juga : Warga Kota Semarang Tewas Tertabrak Kereta Api Rangga Jati di Solo


EditorIcha Rastika
Komentar

Terkini Lainnya

Ini Bantuan Pemerintah untuk Korban Gempa Banjarnegara

Ini Bantuan Pemerintah untuk Korban Gempa Banjarnegara

Nasional
Enam Pilkada di Papua Pakai Sistem Noken, KPU Khawatirkan Distorsi Suara

Enam Pilkada di Papua Pakai Sistem Noken, KPU Khawatirkan Distorsi Suara

Nasional
Sinergi Kemenag dan CQ University Untuk Beasiswa dan Penelitian

Sinergi Kemenag dan CQ University Untuk Beasiswa dan Penelitian

Edukasi
Verifikasi Isu Miring, Kepulauan Solomon Mau Lihat Papua Lebih Dekat

Verifikasi Isu Miring, Kepulauan Solomon Mau Lihat Papua Lebih Dekat

Nasional
Bertemu Pemulung Lumpuh, Dedi Mulyadi Bilang Pemerintah Bisa Buat Mereka Bahagia

Bertemu Pemulung Lumpuh, Dedi Mulyadi Bilang Pemerintah Bisa Buat Mereka Bahagia

Regional
Muncul Spekulasi Nama Anak Ketiga Pangeran William

Muncul Spekulasi Nama Anak Ketiga Pangeran William

Internasional
Diduga Bikin Ribut di Diskotek Old City, Pria Ini Positif Sabu dan Ekstasi

Diduga Bikin Ribut di Diskotek Old City, Pria Ini Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
Selamatkan Pohon Berusia 700 Tahun di India, Pemerintah Gunakan Infus

Selamatkan Pohon Berusia 700 Tahun di India, Pemerintah Gunakan Infus

Internasional
Pengadaan Mebel Sekolah Terus Tertunda, Sandiaga Sebut Tak Akan Toleransi Lagi

Pengadaan Mebel Sekolah Terus Tertunda, Sandiaga Sebut Tak Akan Toleransi Lagi

Megapolitan
Kate Middleton Lahirkan Bayi Laki-laki

Kate Middleton Lahirkan Bayi Laki-laki

Internasional
FPTOI: Selama Ini Tak Ada Regulasi yang Jamin Keamanan Pengguna Ojek Online

FPTOI: Selama Ini Tak Ada Regulasi yang Jamin Keamanan Pengguna Ojek Online

Nasional
Erdogan Bakal Kembalikan 2 Tentara Yunani yang Ditahan Turki, tapi...

Erdogan Bakal Kembalikan 2 Tentara Yunani yang Ditahan Turki, tapi...

Internasional
Soal Laporan Sukmawati, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Pelapor

Soal Laporan Sukmawati, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Pelapor

Nasional
ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

Internasional
'Tanpa Regulasi, Aplikator Dapat Bertindak Semaunya terhadap Pengemudi Ojek Online'

"Tanpa Regulasi, Aplikator Dapat Bertindak Semaunya terhadap Pengemudi Ojek Online"

Nasional

Close Ads X