Kuasa Hukum: Dakwaan terhadap Jonru Tidak Jelas Isinya

Kompas.com - 15/01/2018, 15:10 WIB
Tim kuasa hukum Jonru Ginting menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (15/1/2018) Stanly RavelTim kuasa hukum Jonru Ginting menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (15/1/2018)
Penulis Stanly Ravel
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim kuasa hukum Jonru Ginting menyampaikan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (15/1/2018).

Salah satu kuasa hukum Jonru, yaitu Djuju Purwanto, mengatakan inti dari nota keberatan yang dibacakan adalah soal dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dinilai tidak jelas isinya.

"Yang paling penting mengenai tiga dakwaan JPU yang menurut kami itu semuanya tidak jelas," kata Djuju kepada wartawan.

"Dia (JPU) mendakwakan suatu perbuatan dengan tiga dakwaan tapi dengan dakwaan yang berbeda-beda. JPU mengatakan melakukan suatu perbuatan yang sama padahal dalam uraianya tidak begitu, jadi ini kontroversi," kata Djuju.

Baca juga : Kuasa Hukum Permasalahkan Perbincangan Akbar Faisal-Jonru di ILC Masuk Dakwaan Jaksa

Dalam dakwaan jaksa, Jonru disebut melanggar UU ITE, KUHP, dan UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Djuju mempersoalkan mengapa jaksa mendawa kliennya dengan tiga undang-undanga yang berbeda untuk satu perbuatan yang sama.

"Pertama UU ITE, lalu KUHP, dan UU tentang (Penghapusan) Diskriminasi Ras dan Etnis. Jadi ini tidak jelas, kabur semua dakwaannya," kata Djuju.

Yang tidak kalah penting, lanjut Djuju, adalah uraian mengenai perbuatan meteril terdakwa yang tidak jelas maksudnya.

"JPU tidak menjelaskan atau menguraikan tentang apa yang dimaksud dengan dakwaan materi yang dilakukan Jonru, ini bertentangan sekali," ujar Djuju.

Djuju berharap nota keberatan yang diajukan bisa diterima majelis hukum.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Megapolitan
Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Megapolitan
Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Megapolitan
Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Megapolitan
Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Megapolitan
Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Megapolitan
Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Megapolitan
MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

Megapolitan
Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Megapolitan
Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Harga Cabai 'Meroket', Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Omzet Turun 40 Persen

Harga Cabai 'Meroket', Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Omzet Turun 40 Persen

Megapolitan
Gerindra Pastikan Usung Pradi Supriatna sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Gerindra Pastikan Usung Pradi Supriatna sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Megapolitan
Korban Ledakan akibat Gas Bocor Lari Minta Tolong dalam Kondisi Penuh Luka Bakar

Korban Ledakan akibat Gas Bocor Lari Minta Tolong dalam Kondisi Penuh Luka Bakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X