"Saya Enggak Tahu di Pikiran Gubernur Apa Sampai Memperbolehkan Becak"

Kompas.com - 17/01/2018, 10:23 WIB
Warga menawar harga sebelum menggunakan becak di kampung Bahari, Tanjung Priok Selasa (12/1/2018). Becak masih menjadi pilihan warga untuk moda transportasi alternatif. Kompas.com/Setyo AdiWarga menawar harga sebelum menggunakan becak di kampung Bahari, Tanjung Priok Selasa (12/1/2018). Becak masih menjadi pilihan warga untuk moda transportasi alternatif.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, heran atas keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berencana memperbolehkan becak beroperasi di Jakarta.

Agus mengatakan, keputusan yang akan diterapkan Anies merupakan sebuah kemunduran dari sistem transportasi di Ibu Kota. Selain dari faktor keselamatan yang sangat tidak mumpuni, Agus menilai, pengoperasian becak akan membuat jalanan Jakarta semrawut.

Kekhawatiran terutama becak akan masuk ke jalan-jalan besar, bahkan mengambil jalur transjakarta.

"Saya enggak tahu di pikiran Gubernur itu apa sampai memperbolehkan becak. Ngusir-nya saja setengah mati. Nanti becak masuk jalur transjakarta, bagaimana," ujar Agus saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2018).


Baca juga: Upaya Gubernur Anies Perhatikan Kesejahteraan Penarik Becak

Agus menilai, becak tak lagi diperlukan di Ibu Kota kecuali jika Pemprov DKI ingin memanfaatkannya sebagai pelengkap fasilitas wisata. Agus menyebut, jika diperbolehkan beroperasi, diyakini becak tak akan sanggup bersaing di jalanan dengan kendaraan roda empat dan dua.

Agus juga khawatir, dengan diizinkannya becak beroperasi, akan menarik kembali orang-orang dari daerah yang ingin menarik becak di Jakarta.

Baca juga: Cerita Penarik Becak yang Tak Punya Pilihan Lain untuk Nafkahi Keluarga

"Nanti yang dari Brebes, dari mana, balik lagi. Apakah kita mau menciptakan kemiskinan kembali," ujar Agus.

Anies berencana memperbolehkan becak beroperasi di Jakarta. Dia akan mengeluarkan pergub untuk mengatur pengoperasian becak tersebut.

Namun, Anies meyakinkan bahwa becak tidak akan diperbolehkan untuk melintas di jalan-jalan protokol. Pengoperasiannya hanya boleh di perkampungan.

Baca juga: Kehadiran Becak di Ibu Kota yang Diperdebatkan sejak Dulu...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Megapolitan
Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Megapolitan
Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Megapolitan
Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Megapolitan
Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X