Tiga Bulan Anies-Sandi, JRPP Pertanyakan Layanan Kesehatan di Jakarta

Kompas.com - 17/01/2018, 16:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/12/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/12/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Research and Public Policy (JRPP) mengkritisi kinerja Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada bidang integrasi layanan kesehatan di DKI Jakarta selama tiga bulan pertama pemerintahannya.

Menurut Direktur Eksekutif JRPP Muhamad Alipudin, sampai saat ini, warga DKI Jakarta masih mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan di rumah sakit.

"Berobat di Jakarta ini kita tahu sulit, ngantrenya panjang, kemudian kartunya juga banyak. Nah ini yang kemudian perlu diselesaikan dan diintegrasikan oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Alipudin saat diskusi integrasi layanan kesehatan dalam tiga bulan kepemimpinan Anies-Sandi, di Jakarta Creative Hub, Rabu (17/1/2018).

Alipudin mengatakan, sinergi menggunakan aplikasi antara pihak terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan rumah sakit diperlukan untuk memudahkan pemberian layanan kesehatan kepada warga DKI Jakarta.

Baca juga : Tanggapi Aduan Warga, Sandiaga Janji Tingkatkan Layanan Kesehatan di Jakarta

"Selain itu, perlu juga adanya perubahan pola penanganan dengan lebih mengedepankan preventif ketimbang langsung pengobatan. Sekarang ini, paradigmanya makin banyak yang berobat makin bagus. Padahal, semestinya, makin sedikit yang berobat makin bagus," kata Alipudin.

Alipudin juga menyinggung program Dinkes DKI Jakarta, yakni Ketuk Pintu Layani dengan Hati yang menurut dia bisa jadi program kesehatan ampuh menjangkau masyarakat di berbagai penjuru Ibu Kota.

Baca juga : Layanan Kesehatan Gratis ?Ketuk Pintu Layani Dengan Hati?

"Setahu saya ada hampir lima ribu dokter yang masuk dalam program Ketuk Pintu Layani dengan Hati dan itu harusnya bisa diintegrasikan dengan baik agar memberikan layanan kesehatan yang prima untuk warga DKI Jakarta," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Megapolitan
Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Megapolitan
Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Megapolitan
SPSI Sebut Masih Ada Perusahaan di Kota Tangerang yang Belum Lunasi THR Tahun Lalu

SPSI Sebut Masih Ada Perusahaan di Kota Tangerang yang Belum Lunasi THR Tahun Lalu

Megapolitan
Pemprov DKI Terima 2.189 Permohonan SIKM, Lebih dari Setengahnya Ditolak

Pemprov DKI Terima 2.189 Permohonan SIKM, Lebih dari Setengahnya Ditolak

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa TNI di Jakarta Utara

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa TNI di Jakarta Utara

Megapolitan
Kadisdik: PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Tidak Menggunakan Batas Usia

Kadisdik: PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Tidak Menggunakan Batas Usia

Megapolitan
Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Megapolitan
Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X