BNN Musnahkan Narkoba Sitaan dari 6 Kasus di Tahun 2017

Kompas.com - 18/01/2018, 15:22 WIB
BNN, Kamis (18/1/2018), memusnahkan narkoba hasil penyitaan dari 6 kasus di Indonesia tahun 2017. Stanly RavelBNN, Kamis (18/1/2018), memusnahkan narkoba hasil penyitaan dari 6 kasus di Indonesia tahun 2017.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnakah barang bukti hasil tindak pidana narkotika dari enam kasus selama 2017. Proses pemusnahan dilakukan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018).

Total bukti yang dihanguskan BNN seberat 5.391,1 gram sabu dan 388 butir pil MDMA.

"Pemusnahan ini yang pertama di awal 2018. Meski jumlahnya kecil tapi barang ini berasal dari beberapa lokasi di Indonesia," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

Asal barang sitaan itu ada yang dari daerah terpencil, seperti Talang Betutu di Sumatra Selatan dan Kuantan Singingi di Riau. Hal itu memandakan peredarannya sudah meluas di Indonesia.


Kasus pertama dari enam kasus itu adalah paket mencurigakan asal Jerman ke Surabaya yang pelakunya sudah diamankan pada 20 April 2017 dengan barang bukti 202 pil ekstasi. Kasus kedua serupa dengan barang bukti 200 pil yang juga dikirim dari Jerman ke Surabaya dengan pelaku JM.

Baca juga : BNN Musnahkan 3,5 Juta Butir Pil PCC di Solo

Kasus ketiga melibatkan NR yang ditangkap di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta pada 16 November dengan kapsul sabu seberat 114 gram di dalam perut. Kasus keempat berupa 2 kg sabu di Pare-pare, Sulawesi Selatan, dengan pelaku berinisial A.

Kasus kelima terkait pengiriman 3 kg sabu di Talang Betutu, Sumatera Selatan dengan tersangkan C dan S. Kasus terakhir terkait 108 gram sabu di Kuantan Sengigi dengan tiga tersangka pada 8 Desember 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Toko Kue di Depok Tolak Tulis Ucapan 'Happy Birthday', Ini Kata Pegawainya

Viral Toko Kue di Depok Tolak Tulis Ucapan 'Happy Birthday', Ini Kata Pegawainya

Megapolitan
Hadapi Pasien ODGJ, Direktur RSJ Grogol: Sekalipun Dipukul, Kita Tidak Bisa Memukul Balik

Hadapi Pasien ODGJ, Direktur RSJ Grogol: Sekalipun Dipukul, Kita Tidak Bisa Memukul Balik

Megapolitan
Tutup Perayaan 25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin, Pemprov Gelar Konser Orkestra Mini

Tutup Perayaan 25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin, Pemprov Gelar Konser Orkestra Mini

Megapolitan
Dua Bus Transjakarta Terlibat Kecelakaan di Halte Wali Kota Jakarta Timur

Dua Bus Transjakarta Terlibat Kecelakaan di Halte Wali Kota Jakarta Timur

Megapolitan
Direktur RSJ Soeharto Heerdjan Pastikan Pasiennya Kabur Bukan karena Tunggak Tagihan

Direktur RSJ Soeharto Heerdjan Pastikan Pasiennya Kabur Bukan karena Tunggak Tagihan

Megapolitan
Ingin Lulus dan Dapat SIM? Ini Bocoran Uji Praktik dengan Sistem E-Drives

Ingin Lulus dan Dapat SIM? Ini Bocoran Uji Praktik dengan Sistem E-Drives

Megapolitan
Gempa di Kabupaten Bekasi, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Maupun Bangunan Rusak

Gempa di Kabupaten Bekasi, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Maupun Bangunan Rusak

Megapolitan
Apartemen di Jakarta Pusat Banyak Menunggak PBB

Apartemen di Jakarta Pusat Banyak Menunggak PBB

Megapolitan
Fraksi PSI Sebut Anggaran Dishub Rp 68 M untuk Pembangunan LRT Berpotensi Langgar Aturan

Fraksi PSI Sebut Anggaran Dishub Rp 68 M untuk Pembangunan LRT Berpotensi Langgar Aturan

Megapolitan
Disdik DKI Akan Kembali Ajukan Anggaran Pembangunan Sekolah Berasrama SMK 74 pada 2021

Disdik DKI Akan Kembali Ajukan Anggaran Pembangunan Sekolah Berasrama SMK 74 pada 2021

Megapolitan
Pasien yang Kabur dari RSJ Soeharto Heerdjan Diduga Mengalami Halusinasi

Pasien yang Kabur dari RSJ Soeharto Heerdjan Diduga Mengalami Halusinasi

Megapolitan
Bina Marga Akui Dapat Surat Penolakan Terkait Pembangunan Trotoar Kemang

Bina Marga Akui Dapat Surat Penolakan Terkait Pembangunan Trotoar Kemang

Megapolitan
Polisi Sebut yang Ditangkap di Kawasan Sarinah Bukan Mahasiswa, tetapi Perusuh

Polisi Sebut yang Ditangkap di Kawasan Sarinah Bukan Mahasiswa, tetapi Perusuh

Megapolitan
2 Oknum TNI Ditangkap atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba

2 Oknum TNI Ditangkap atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Berlarian ke Sarinah, Saksi Sebut Mereka Sempat Blokade Jalan Sebelum Ditangkap

Mahasiswa Berlarian ke Sarinah, Saksi Sebut Mereka Sempat Blokade Jalan Sebelum Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X