"Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

Kompas.com - 20/01/2018, 16:05 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik tidak setuju dengan kritikan Ombudsman RI terhadap penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat oleh Pemprov DKI. Menurut dia, penutupan jalan tidak hanya terjadi di jalan Jatibaru. Ruas jalan lain juga ada yang ditutup pemerintah, bahkan secara permanen.

"Ombudsman suruh lihat juga dong (jalan di samping) eks Kedubes Inggris itu. Kalau yang ini kan buat rakyat kecil, Ombudsman juga mesti berpihak pada rakyat kecil. Kedutaan Besar Inggris bertahun-tahun enggak ada tuh Ombudsman teriak-teriak," kata Taufik di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Sabtu (20/1/2018).

Bekas kantor Kedubes Inggris yang disebut Taufik terletak di dekat area Bundaran Hotel Indonesia. Jalan itu memang ditutup sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga : Polisi: Penutupan Jalan Jatibaru Perlu Dievaluasi

Politisi Partai Gerindra itu juga mencontohkan ruas jalan yang ditutup di samping Kantor Kedubes Amerika di Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Kedutaan besar Amerika yang di pinggir itu ditutup seumur hidup, suruh juga dong Ombudsman ke situ. Kok buat rakyat kecil Ombudsman mempersulit? Kan aneh ini, tergantung keberpihakan saja," ujar Taufik.

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala sebelumnya mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar jangan membiasakan diri menabrak aturan yang berlaku. Adrianus menyampaikan hal itu setelah ia memonitor pelaksanaan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang pada Rabu lalu.

Menurut Adrianus, penataan PKL dengan menutup Jalan Jatibaru melanggar aturan, termasuk undang-undang. Menurut dia, kebijakan semacam ini bisa menjadi contoh buruk. 

Baca juga : Ombudsman Ingatkan Pemprov DKI agar Tak Terbiasa Melanggar Aturan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.