Dari Balik Jeruji Besi, Jonru Akan Luncurkan Dua Buku

Kompas.com - 22/01/2018, 20:25 WIB
Tim kuasa hukum Jonru Ginting menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (15/1/2018) Stanly RavelTim kuasa hukum Jonru Ginting menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (15/1/2018)
Penulis Stanly Ravel
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa ujaran kebencian Jon Riah Ukur alias Jonru berencana menerbitkan buku yang ditulisnya selama mendekam di penjara. Selain menulis buku, Jonru mengaku dirinya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan saat ditahan di Polda Metro Jaya sejak 30 September 2017.

"Saya bisa menghasilkan karya, saya tulis dua buku. Buku pertama tentang biografi saya dan satu lagi tentang pengalaman saya selama dalam tahahan, buku ini segera terbit," kata Jonru usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (22/1/2018).

Baca juga: Jonru Tak Peduli Nota Keberatannya Ditolak Hakim

Sementara soal putusan hakim yang menolak nota keberatannya, Jonru merasa tidak peduli dengan hal itu. Ia menggangap keadilan yang sebenarnya bukan di dunia, melainkan di akhirat.


Kuasa hukum Jonru, Djuju Purwanto juga menyampaikan kegiatan kliennya selama dipenjara. Menurut Djuju, Jonru akan menerbitkan buku karena kliennya merupakan seorang penulis.

"Dia tulis dua buku berisikan kegiatannya selama ditahan. Jadi karena memang dia punya latar belakang penulis dan dimanfaatkan waktunya," kata Djuju.

Baca juga: Hakim Tolak Semua Nota Keberatan Jonru

Tim, lanjutnya, masih mempersiapkan rencana peluncuran dua buku yang ditulis Jonru tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jonru tiga pasal. Pertama, Jonru dijerat Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Kuasa Hukum Berharap Hakim Terima Nota Keberatan Jonru

Kedua, Jonru juga dianggap melanggar UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Ketiga, pegiat media sosial itu dikenakan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X