Keluarga Kecewa Pelaku Pembakaran Zoya Tak Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Kompas.com - 25/01/2018, 18:22 WIB
Polisi menghadirkan tersangka dan barang bukti kasus main hakim sendiri pembakaran seseorang yang diduga mencuri alat pengeras suara saat ungkap perkara di Polres Metro Bekasi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/8/2017). Polisi menangkap dua tersangka berinisial SU dan NA yang berperan sebagai pemukul, sekaligus menyita barang bukti tiga set alat pengeras suara ruangan (amplifier), satu unit motor, satu batu, satu bilah balok, dan tas. Lima orang lainnya yang menjadi tersangka masih dalam pengejaran. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/kye/17 ANTARA FOTO/Risky AndriantoPolisi menghadirkan tersangka dan barang bukti kasus main hakim sendiri pembakaran seseorang yang diduga mencuri alat pengeras suara saat ungkap perkara di Polres Metro Bekasi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/8/2017). Polisi menangkap dua tersangka berinisial SU dan NA yang berperan sebagai pemukul, sekaligus menyita barang bukti tiga set alat pengeras suara ruangan (amplifier), satu unit motor, satu batu, satu bilah balok, dan tas. Lima orang lainnya yang menjadi tersangka masih dalam pengejaran. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/kye/17
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) kecewa jaksa penuntut umum tidak mendakwa para pelaku pembakaran Zoya dengan pasal pembunuhan berencana. Zoya dibakar hidup-hidup di Babelan, Bekasi, tahun lalu setelah dituduh mencuri amplifier di sebuah mushala.

"Kami, pihak keluarga maunya (terdakwa dijerat) pakai pasal pembunuhan berencana. Namun, jaksa penuntut umum tidak menggunakan itu karena berdasarkan fakta yang dimiliki," kata kuasa hukum keluarga Zoya, Abdul Chalim saat dihubungi wartawan, Kamis (25/1/2018).

Persidangan perdana dilakukan pada Selasa (23/1/2018) dan dihadiri enam terdakwa yakni Rosidi, Najibullah, Karta, Sabur, Aji dan Alvian. Keenamnya dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan juncto Pasal 55 KUHP tentang Membantu Terdakwa Melakukan Tindak Pidana Pengeroyokan dan Penganiayaan.

Baca juga: Keluarga Berharap Semua Pelaku Pembakaran Zoya Bisa Ditangkap

Abdul mengatakan, para terdakwa diduga sudah membeli bensin terlebih dahulu untuk menghabisi nyawa Zoya. Dalam dakwaan, lanjutnya, Zoya diketahui dibakar menggunakan BBM jenis Pertamax yang sebelumnya dibeli di tempat lain. Bahkan, lanjutnya, ada pelaku yang meminta pelaku lain membeli Pertamax tersebut.

"Kami anggap ada unsur perencanaan di kasus ini," kata Abdul.

Ia mengatakan, pihak keluarga Zoya berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang ada. Secara normatif, nyawa dibalas nyawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Peran 6 Pelaku Pembakaran MA di Bekasi

"Tapi, kan, hukum tidak bisa seperti itu, aturan hukum enggak bisa seperti itu. Jadi, kami minta jaksa dan hakim beri hukuman semaksimal mungkin," ucap Abdul.

Zoya dibakar massa karena dituduh mencuri amplifier mushala di Kampung Muara Bakti RT 012/007, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa 1 Agustus 2017. Zoya tewas dalam kejadian itu.

Kompas TV Polisi akhirnya menemukan titik terang. 2 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
Khawatir Terkena Imbas Luapan Situ Cipondoh, Wali Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Turun Tangan

Khawatir Terkena Imbas Luapan Situ Cipondoh, Wali Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Turun Tangan

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 32 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 22 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 32 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Polisi: Kasus Narkoba Meningkat di Jakarta Barat

Polisi: Kasus Narkoba Meningkat di Jakarta Barat

Megapolitan
Polisi yang Membantingnya Dimutasi Jadi Bintara Tanpa Jabatan, Korban: Cukup Puas

Polisi yang Membantingnya Dimutasi Jadi Bintara Tanpa Jabatan, Korban: Cukup Puas

Megapolitan
Polisi Bakal Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol di Mobil Alphard Miliknya

Polisi Bakal Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol di Mobil Alphard Miliknya

Megapolitan
Ingat, Ada Sistem Ganjil Genap jika Mau ke Taman Margasatwa Ragunan Akhir Pekan Ini

Ingat, Ada Sistem Ganjil Genap jika Mau ke Taman Margasatwa Ragunan Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Perempuan Diduga Ludahi dan Pukul Petugas KRL, KCI Tidak Kooperatif Saat Ditegur

Perempuan Diduga Ludahi dan Pukul Petugas KRL, KCI Tidak Kooperatif Saat Ditegur

Megapolitan
Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Ini Daftar Spot Wisata yang Sudah Bisa Dikunjungi

Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Ini Daftar Spot Wisata yang Sudah Bisa Dikunjungi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.