Jonru Ginting Bantah Keterangan Saksi

Kompas.com - 25/01/2018, 21:30 WIB
Jonru Ginting (baju putih), terdakwa kasus ujaran kebencian, saat sidang di PN Jakarta Timur, Kamis (25/1/2018) Stanly RavelJonru Ginting (baju putih), terdakwa kasus ujaran kebencian, saat sidang di PN Jakarta Timur, Kamis (25/1/2018)
Penulis Stanly Ravel
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus ujaran kebencian Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting membantah keterangan saksi pelapor Muannas Alaidid dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (25/1/2018).

"Hampir semua keterangan saksi tidak benar Yang Mulia," kata Jonru di hadapan majelis hakim terkait keterangan yang diberikan Muannas.

Dalam sidang itu, tim kuasa hukum Jonru mencecar Muannas yang mengaku memiliki tim cyber yang selalu mengonfirmasi postingan bermuatan SARA (suku, agama, ras, dan antara golongan) dan ujaran kebencian kepada pemilik akun.

Baca juga : Pihak Jonru Pertanyakan Postingan yang Dianggap Sebarkan Kebencian

Ketika ditanya soal tulisan yang diposting Jonru di fanspage-nya yang kemudian dilaporkan menjadi bukti dalam persidangan, Muannas mengaku bahwa ia kesulitan mengonfirmasi postingan Jonru lantaran dirinya diblokir oleh Jonru.

Pernyataan Muannas mengenai pemblokiran dibantah Jonru. Menurut Jonru, meskipun  Muannas diblokir, seharusnya Muanas tetap bisa menghubungi dirinya.

"Di fanspage meski diblokir tapi orang tetap bisa melihat, yang tidak bisa hanya memberikan komentar saja. Namun, kalau Anda (Muannas) bilang sulit mengonfirmasi saya kira itu tidak benar, karena di fanspage ada nomor telepon saya yang bisa dihubungi," kata Jonru.

Tim kuasa hukum Jonru juga menilai Muannas berbelit-belit dan tidak jelas dalam memberi keterangan, terutama mengenai lokasi perkara dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Apa yang disampaikan Muannas bertolak belakang dengan dakwaan. Dalam BAP dia laporkan di Jakarta Selatan, namun saat ditanya dia bilang di Jakarta Timur," kata pengacara Jonru, Djuju Purwanto.

Muannas menyatakan, pertanyaan yang dilontarkan tim kuasa hukum Jonru banyak yang tidak relevan dan hanya mencari-cari kesalahannya. Ia menilai, banyak pertanyaan kuasa hukum Jonru yang tidak pada tempatnya.

"Ini tidak jelas, kalau persoalan SARA yang bisa mendefinasi itu kan ahli hukum atau IT. Sementara saya ke sini sebagai saksi fakta, dia tidak mengerti," ucap Muannas.

Dari tiga saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum pada hari ini, hanya Muannas saja yang mintai keterangan. Dua saksi lainnya, yakni Guntur Romli dan Ustadz Slamet ditunda permintaan keterangannya pada Senin (29/1/2018) depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Dibubarkan Polisi, Sekelompok Pemuda Masih Nekat Begal Pengendara Motor

Sempat Dibubarkan Polisi, Sekelompok Pemuda Masih Nekat Begal Pengendara Motor

Megapolitan
Mabuk dan Tabrak Pengguna Skuter Listrik Hingga Tewas, Pengamat: Seharusnya Pelaku Ditahan

Mabuk dan Tabrak Pengguna Skuter Listrik Hingga Tewas, Pengamat: Seharusnya Pelaku Ditahan

Megapolitan
3 Warga Kebon Jeruk Jadi Korban Tabrakan Bus di Cipali

3 Warga Kebon Jeruk Jadi Korban Tabrakan Bus di Cipali

Megapolitan
Jalan Putaran Depan Kampus IISIP Ditutup Mulai Jumat Besok

Jalan Putaran Depan Kampus IISIP Ditutup Mulai Jumat Besok

Megapolitan
Persyaratan Lengkap CPNS DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangsel

Persyaratan Lengkap CPNS DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangsel

Megapolitan
Kendarai Skuter Listrik di Trotoar dan JPO Bisa Didenda Rp 500.000

Kendarai Skuter Listrik di Trotoar dan JPO Bisa Didenda Rp 500.000

Megapolitan
BPTJ Akan Integrasikan Jak Lingko dengan Angkutan Umum di Bodetabek

BPTJ Akan Integrasikan Jak Lingko dengan Angkutan Umum di Bodetabek

Megapolitan
Pencuri Isi Kotak Amal Ditangkap, Pelaku Sudah Beraksi 16 Kali

Pencuri Isi Kotak Amal Ditangkap, Pelaku Sudah Beraksi 16 Kali

Megapolitan
Musim Hujan, Waspadai 10 Wilayah Rawan Longsor di Jakarta

Musim Hujan, Waspadai 10 Wilayah Rawan Longsor di Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Waduk hingga Bangun Sumur Resapan

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Waduk hingga Bangun Sumur Resapan

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Mahasiswi UIN Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Mahasiswi UIN Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Keluarga Korban Pengguna Skuter Listrik Nilai Aneh Polisi Tak Tahan Pelaku

Keluarga Korban Pengguna Skuter Listrik Nilai Aneh Polisi Tak Tahan Pelaku

Megapolitan
BPTJ: Skuter Listrik Bukan Alat Transportasi, Just For Fun Aja

BPTJ: Skuter Listrik Bukan Alat Transportasi, Just For Fun Aja

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Begal, 6 di Antaranya Anak di Bawah Umur

Polisi Tangkap 12 Begal, 6 di Antaranya Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Ada Demo Buruh, Jalan Ahmad Yani Menuju Pekayon Bekasi Macet Parah

Ada Demo Buruh, Jalan Ahmad Yani Menuju Pekayon Bekasi Macet Parah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X