Kata Lulung, Anak Buahnya Kaget Namanya Dicatut Jadi Pemilik Ferrari B 1 RED

Kompas.com - 26/01/2018, 15:33 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2016).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung mengatakan, anak buahnya, Andi Firmansyah bukanlah pemilik mobil mewah Ferrari California berpelat nomor B 1 RED. Lulung mengaku langsung menelepon Lulung setelah ramai pemberitaan media massa.

Kepada Lulung, Andi mengaku tak mengetahui keberadaan mobil mewah tersebut, apalagi kepemilikannya.

"Itu, kan, mobil mewah, dia bilang tidak mungkin dia beli mobil begitu. Dia malah kaget kok tiba-tiba ada yang menggunakan namanya seperti itu," kata Lulung kepada Kompas.com, Jumat (26/1/2018).

Menurut Lulung, Andi merasa hal ini merupakan pencemaran nama baik, sehingga pihaknya akan mengusut kasus ini hingga tuntas.

Baca juga: Cerita Lulung tentang Anak Buahnya yang Disebut Pemilik Ferrari B 1 RED

Sebelumnya, kepemilikan Ferrari B 1 RED ramai dibicarakan publik. Sebab Ketua DPR RI Bambang Soesatyo pernah mengunggah foto dirinya di depan mobil tersebut di akun media sosial miliknya. Meski demikian, pria yang akrab disapa Bamsoet itu tak pernah terdaftar sebagai pemilik kendaraan tersebut.

Berdasarkan data Samsat Jakarta Barat, pemilik pertama mobil tersebut adalah Andi Firmansyah. kendaraan tersebut sudah terdaftar sejak 22 September 2014. Sejak saat itu pula tidak ada perubahan data kepemilikan.

Selain itu, Andi Firmansyah tercatat menunggak pajak Ferrari tersebut hingga Rp 364 juta. Surat tanda nomor kendaraan (STNK) juga mati sejak 2015.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorKurnia Sari Aziza
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X