Sandi Lihat Ada Mobilisasi Tukang Becak agar Jakarta Tak Stabil

Kompas.com - 28/01/2018, 11:53 WIB
Sejumlah penarik becak berkumpul di kolong flyover Bandengan Utara, Jakarta Barat. Para penarik becak merasa bersykur karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan mereka beroperasi di Ibu Kota, Jumat (26/1/2018). Kompas.com/David Oliver PurbaSejumlah penarik becak berkumpul di kolong flyover Bandengan Utara, Jakarta Barat. Para penarik becak merasa bersykur karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan mereka beroperasi di Ibu Kota, Jumat (26/1/2018).
Penulis Jessi Carina
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendapat laporan ada mobilisasi mendatangkan becak dari daerah ke Jakarta.

Ini menyusul kebijakan Pemprov DKI yang akan mengatur pengoperasian becak di Jakarta.

"Sudah ada beberapa laporan dan ini mobilisasi. Enggak mungkin tukang becak yang dari daerah itu bisa kayuh sendiri ke sini," ujar Sandiaga di RPTRA Taman Sawo, Jalan Damai, Cipete Utara, Minggu (28/1/2018).

Sandiaga mengatakan, mereka dibawa dengan menggunakan beberapa truk. Laporannya mereka datang dari daerah Indramayu.

Sandi mengatakan, Pemprov DKI Jakarta bersikap tegas atas hal ini.

"Kami pastikan mereka akan tegas dipulangkan dan kami akan sampaikan pesan kepada yang mobilisasi, Jakarta tidak akan diam, lengah terhadap kegiatan destabilisasi wilayah Ibu Kota," ujar Sandiaga.

(Baca juga: Ketika Becak Berusaha Masuk Jakarta...)

Sandiaga mengatakan, kebijakan ini awalnya untuk penarik becak yang sudah ada di Jakarta puluhan tahun.

Pemprov DKI memberi mereka kesempatan untuk naik kelas dengan pelatihan. Dia ingin penarik becak berdaya dengan mengikuti program OK OCE dan jadi pengusaha.

"Pada suatu saat dia sudah tidak perlu menarik becak dan untuk masyarakat yang masih menggunakan layanan (becak), bisa ditingkatkan karena ke depan kami akan lihat angkutan ramah lingkungan di perumahan," ujar Sandiaga.

(Baca juga: Mereka Memilih Bertahan Menjadi Tukang Becak...)

Meski demikian, Sandiaga tidak melarang arus urbanisasi. Tidak boleh ada larangan bagi warga daerah yang mengadu nasib di Ibu Kota.

Namun, mereka harus memiliki keahlian dan kepastian tempat tinggal.

"Harus punya tempat tinggal. Mereka ke sini harus jelas, mereka punya lapangan kerja, potensi," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK Di Polres Jakarta Timur Membeludak

Ada Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK Di Polres Jakarta Timur Membeludak

Megapolitan
Pohon di Lokasi Revitalisasi Trotoar Akan Ditebang dan Diganti Tabebuya

Pohon di Lokasi Revitalisasi Trotoar Akan Ditebang dan Diganti Tabebuya

Megapolitan
Sebelum Mendaftar, Simak Dulu Persyaratan CPNS 2019 Kota Bekasi

Sebelum Mendaftar, Simak Dulu Persyaratan CPNS 2019 Kota Bekasi

Megapolitan
Fraksi PDI-P Protes Penebangan Pohon di Trotoar karena Bertentangan dengan UU Lingkungan Hidup

Fraksi PDI-P Protes Penebangan Pohon di Trotoar karena Bertentangan dengan UU Lingkungan Hidup

Megapolitan
Anggota DPRD Usul agar Trotoar Cikini Ditanami Pohon Kurma

Anggota DPRD Usul agar Trotoar Cikini Ditanami Pohon Kurma

Megapolitan
Pemkab Tangerang Buka 448 Formasi CPNS

Pemkab Tangerang Buka 448 Formasi CPNS

Megapolitan
Polresta Bandara Soetta: Biro Umrah Bodong Rekrut Jamaah dari Majelis Pengajian

Polresta Bandara Soetta: Biro Umrah Bodong Rekrut Jamaah dari Majelis Pengajian

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

Megapolitan
Tinjau Trotoar Cikini, Anggota DPRD Sebut Trotoar Tidak Terawat

Tinjau Trotoar Cikini, Anggota DPRD Sebut Trotoar Tidak Terawat

Megapolitan
Kota Bekasi Buka 171 Formasi CPNS 2019 untuk Tenaga Pendidik, Kesehatan, dan Teknik

Kota Bekasi Buka 171 Formasi CPNS 2019 untuk Tenaga Pendidik, Kesehatan, dan Teknik

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Kota Bekasi Hanya Buka 6 Kuota untuk 'Cum Laude' dan Tunadaksa

Pendaftaran CPNS 2019, Kota Bekasi Hanya Buka 6 Kuota untuk "Cum Laude" dan Tunadaksa

Megapolitan
Dianggap Pemborosan, Anggaran Pembangunan Rusunawa Terancam Dicoret DPRD DKI

Dianggap Pemborosan, Anggaran Pembangunan Rusunawa Terancam Dicoret DPRD DKI

Megapolitan
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Dugaan Penipuan Umrah PT Duta Adhikarya Bersama

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Dugaan Penipuan Umrah PT Duta Adhikarya Bersama

Megapolitan
Penampakan Mobil Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat, Kaca Depan Remuk, Kap Penyok

Penampakan Mobil Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat, Kaca Depan Remuk, Kap Penyok

Megapolitan
Selasa Siang, Kualitas Udara Jakarta dan Bekasi Tidak Sehat

Selasa Siang, Kualitas Udara Jakarta dan Bekasi Tidak Sehat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X