Jawab Evaluasi PDI-P, Taufik Ingatkan Becak adalah Janji Jokowi-Ahok

Kompas.com - 29/01/2018, 13:11 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik tidak setuju dengan evaluasi 100 hari kepemimpinan Anies-Sandi yang disusun Fraksi PDI-P. Taufik menyinggung kebijakan becak yang dikritik oleh PDI-P itu sebagai kebijakan Jokowi-Ahok.

"Padahal, becak itu, kan, janjinya Jokowi-Ahok, lalu apanya yang diacak-acak?" ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (29/1/2018).

Taufik sudah mendengar adanya kabar menggulirkan hak interpelasi terhadap Anies dan Sandiaga.

Menurut Taufik, hal itu merupakan hak anggota DPRD DKI Jakarta. Namun, hak interpelasi tidak perlu dilakukan karena Anies dan Sandiaga sudah membuat kebijakan yang pro-rakyat kecil.

Baca juga: Masa Depan Becak di Jakarta dalam Kontrak Politik Anies-Sandi...

"Saya bilang program Anies Sandi itu untuk rakyat kecil. Ada program buat masyarakat kecil kok malah diinterpelasi," ujar Taufik.

Pada 2012, Joko Widodo yang dulu masih berstatus calon gubernur pernah membuat kontrak politik dengan warga bantaran Waduk Pluit di Muara Baru. Isi kontraknya tidak terlalu berbeda dengan kontrak yang disebut telah ditandatangani Anies.

Kontrak itu salah satunya meminta Jokowi melindungi dan menata ekonomi informal, seperti PKL, becak, nelayan tradisional, pekerja rumah tangga, asongan, pedagang kecil, dan pasar tradisional. Kontrak itu ditandatangani pada 15 September 2012.

Baca juga: Sandi Lihat Ada Mobilisasi Tukang Becak agar Jakarta Tak Stabil

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD DKI Jakarta memiliki 11 catatan dalam 100 hari pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Salah satunya adalah kebijakan pengoperasian kembali becak. Hal tersebut dinilai menimbulkan persoalan baru.

"Becak tak lagi sesuai menjadi moda transportasi dengan kondisi Jakarta yang telah menjadi kota megapolitan," kata Ketua Fraksi PDI-P Gembong Warsono.

Kompas TV Setelah resmi diizinkan Pemprov DKI, ratusan becak mulai menjamur di beberapa wilayah di Jakarta Utara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Anies Bertemu Mesut Ozil yang Berikan 'Coaching Clinic' di GBK...

Saat Anies Bertemu Mesut Ozil yang Berikan "Coaching Clinic" di GBK...

Megapolitan
Prakiraan BMKG: Jaksel, Jaktim, dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan BMKG: Jaksel, Jaktim, dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Baru Sehari Jual Migor Curah Harga Subsidi, Pedagang: Capek Nimbangnya

Baru Sehari Jual Migor Curah Harga Subsidi, Pedagang: Capek Nimbangnya

Megapolitan
11 Rekomendasi Taman yang Cantik di Jakarta

11 Rekomendasi Taman yang Cantik di Jakarta

Megapolitan
9 Tempat Rekreasi Melihat Hewan di Jabodetabek

9 Tempat Rekreasi Melihat Hewan di Jabodetabek

Megapolitan
Tempat Beli Souvenir Pernikahan Murah di Jabodetabek

Tempat Beli Souvenir Pernikahan Murah di Jabodetabek

Megapolitan
Panitia Formula E Sebut Dapat Sponsor Rp 100 Miliar dari Perusahaan Hiburan

Panitia Formula E Sebut Dapat Sponsor Rp 100 Miliar dari Perusahaan Hiburan

Megapolitan
7 Rekomendasi Tempat Wisata di Dekat Stasiun MRT

7 Rekomendasi Tempat Wisata di Dekat Stasiun MRT

Megapolitan
5 Destinasi Jalan-jalan di Glodok

5 Destinasi Jalan-jalan di Glodok

Megapolitan
Cara Memesan Ambulans Gratis di Jakarta

Cara Memesan Ambulans Gratis di Jakarta

Megapolitan
Kota Bogor Bentuk Tim Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, 15 Pedagang Diperiksa

Kota Bogor Bentuk Tim Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, 15 Pedagang Diperiksa

Megapolitan
Pasutri di Cengkareng Hanya Kaki Tangan dalam Pemalsuan Uang, Polisi: Dalangnya Harus Ditangkap

Pasutri di Cengkareng Hanya Kaki Tangan dalam Pemalsuan Uang, Polisi: Dalangnya Harus Ditangkap

Megapolitan
Pencuri Parfum di Minimarket Kawasan Tebet Babak Belur Dihajar Massa

Pencuri Parfum di Minimarket Kawasan Tebet Babak Belur Dihajar Massa

Megapolitan
Anak Pasutri yang Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono Masih Dirawat, Kepala Korban Alami Luka Memar

Anak Pasutri yang Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono Masih Dirawat, Kepala Korban Alami Luka Memar

Megapolitan
Tiket Formula E Jakarta Hampir Habis Terjual, Ketua Panitia: 'Yang Mahal Justru Cepat Habis'

Tiket Formula E Jakarta Hampir Habis Terjual, Ketua Panitia: "Yang Mahal Justru Cepat Habis"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.