Kompas.com - 31/01/2018, 16:16 WIB
Petugas Planetarium sedang mempersiapkan teleskop untuk gerhana matahari pada Rabu (9/3/2016). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMPetugas Planetarium sedang mempersiapkan teleskop untuk gerhana matahari pada Rabu (9/3/2016).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, menyiapkan 16 teropong untuk memantau fenomena alam yakni gerhana bulan pada malam ini. Dari 16 teropong, sembilan akan disiapkan khusus untuk masyarakat umum melihat fenomena tersebut.

Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium, Eko Wahyu Wibowo mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan peralatan-peralatan penunjang tersebut yang akan digunakan nanti malam.

"Kita sudah siapkan seperti layar, teropong untuk digunakan masyarakat nanti malam dan dari segi keamanannya juga," kata Eko kepada Kompas.com, Rabu (31/1/2018).

Bagi yang tidak bisa masuk ke planetarium, pengunjung bisa menikmati fenomena gerhana bulan dari halaman teater besar TIM, karena disana telah disiapkan layar lebar berukuran 4x5 meter.

"Ada dua layar besar yang telah kita siapkan, pengunjung bisa berkumpul di lapangan teater," ucap Eko.

Baca juga : Ada Gerhana Bulan, Warga Muara Baru dan Luar Batang Waspada Banjir Rob

Menurut Eko, fenomena gerhana bulan bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun, jika masyarakat ingin melihat permukaan bulan lebih jelas bisa menggunakan teropong yang telah disiapkan.

Jika masyarakat ingin mencoba teropong, terlebih dahulu harus melakukan registrasi pada pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, akan diarahkan ke teropong-teropong yang telah disiapkan.

"Akan ada 10 meja registrasi, pengunjung isi daftar kemudian mengantre untuk melihat teleskop," tutur Eko.

Baca juga : Wilayah Pantura Diprediksi Hujan Ringan Saat Gerhana Bulan Total

Teropong-teropong tersebut akan diletakan di depan teater besar TIM yang mampu menampung pengunjung hingga 5.000 orang. Selain di luar ruangan, disediakan juga ruang tertutup di dalam Planetarium jika mendadak terjadi hujan.

"Kalau hujan sudah kita siapkan nobar live streaming tempatnya di dalam Planetarium. Sifatnya insidentil saja kalau gerimis," katanya.

Fenomena ini terakhir kali terjadi di Indonesia pada tahun 1982 dan baru akan terjadi lagi di tahun 2037.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembacokan Ibu Muda di Tangerang, Polisi: Satu Pelaku Sudah Keluar Masuk Penjara

Pembacokan Ibu Muda di Tangerang, Polisi: Satu Pelaku Sudah Keluar Masuk Penjara

Megapolitan
Lapak Barang Bekas di Kemiri Muka Depok Terbakar akibat Tersambar Api Pembakaran Sampah

Lapak Barang Bekas di Kemiri Muka Depok Terbakar akibat Tersambar Api Pembakaran Sampah

Megapolitan
Polisi Buru Perampok Minimarket di Senen yang Rampas Uang Rp 17 Juta

Polisi Buru Perampok Minimarket di Senen yang Rampas Uang Rp 17 Juta

Megapolitan
Anggota DPRD Kebingungan, Pemprov DKI Jelaskan Perbedaan Genangan dan Banjir

Anggota DPRD Kebingungan, Pemprov DKI Jelaskan Perbedaan Genangan dan Banjir

Megapolitan
Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi Residivis, Pernah Mencuri Saat Jadi Pekerja Proyek

Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi Residivis, Pernah Mencuri Saat Jadi Pekerja Proyek

Megapolitan
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Bapak dan Anak Bacok lalu Coba Begal Ibu Muda di Tangerang

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Bapak dan Anak Bacok lalu Coba Begal Ibu Muda di Tangerang

Megapolitan
Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional

Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional

Megapolitan
17 Hari Jelang Formula E Jakarta, PSI Pertanyakan Sponsor Tak Kunjung Dirilis

17 Hari Jelang Formula E Jakarta, PSI Pertanyakan Sponsor Tak Kunjung Dirilis

Megapolitan
Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong, Beraksi Saat Libur Lebaran

Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong, Beraksi Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Jokowi Bagikan Bansos Sembako dan Uang Tunai di Pasar Gunung Batu Bogor

Jokowi Bagikan Bansos Sembako dan Uang Tunai di Pasar Gunung Batu Bogor

Megapolitan
Fraksi Demokrat-PPP Batal Ikut Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota Depok soal KDS, Ini Alasannya

Fraksi Demokrat-PPP Batal Ikut Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota Depok soal KDS, Ini Alasannya

Megapolitan
Perampokan Minimarket di Senen Didorong Rasa Dendam

Perampokan Minimarket di Senen Didorong Rasa Dendam

Megapolitan
Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Megapolitan
Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Megapolitan
Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.