Sopir Angkot Tanah Abang: Kami Tetap Minta Jalan Jatibaru Dibuka

Kompas.com - 01/02/2018, 15:56 WIB
Bus transjakarta explorer berhenti di halte pemberhentian antara Blok G dan Blok F. KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNABus transjakarta explorer berhenti di halte pemberhentian antara Blok G dan Blok F.
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah sopir angkot yang melayani trayek Tanah Abang mengaku lebih banyak mengangkut penumpang setelah Transjakarta Tanah Abang Explorer berhenti beroperasi sementara.

Seorang sopir angkot M08 (Tanah Abang-Kota), Hasan, mengaku pendapatannya naik dibandingkan saat Tanah Abang Explorer beroperasi.

"Berasa juga ke kami, lumayan naik pendapatannya. Tadinya kami cuma dapat Rp 200.000 sehari (saat transjakarta beroperasi), sekarang (pendapatan) mulai naik Rp 250.000-300.000," kata Hasan kepada Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

Meski demikian, kenaikan tersebut belum sebanding jika Jalan Jatibaru Raya dibuka. Pasalnya, dia dan rekan-rekannya bisa mendapat Rp 450.000 saat Jalan Jatibaru Raya dibuka.

Baca juga: Operasional Bus Tanah Abang Explorer Tunggu Instruksi Dishub

"Masih belum bisa mengalahkan waktu Jatibaru dibuka sih. Makanya kami tetap minta Jalan Jatibaru dibuka," ucapnya.

Herman, sopir lainnya mengatakan, saat transjakarta berhenti beroperasi, pengunjung Tanah Abang kembali menggunakan angkot. Hal senada juga disampaikan Sodikin. Sopir angkot M08 itu berharap Pemprov DKI membuka kembali Jalan Jatibaru Raya.

"Setelah transjakarta berhenti beroperasi, kami tetap ingin Jalan Jatibaru dibuka," kata Sodikin.

Baca juga: Transjakarta Explorer Dihentikan hingga Anies-Sandi Temukan Solusi Tanah Abang

PT Transjakarta menghentikan sementara operasional Tanah Abang Explorer. Langkah itu dilakukan karena aksi yang dilakukan sopir angkot Tanah Abang di depan Balai Kota serta di kawasan Tanah Abang, beberapa waktu lalu.

Bus gratis tersebut telah dioperasikan sejak Desember 2017 atau saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru Raya untuk mengakomodasi PKL berjualan di badan jalan. PT Transjakarta belum memutuskan kapan bus tersebut akan kembali beroperasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Megapolitan
Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

Megapolitan
Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Megapolitan
Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Megapolitan
Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X