Kompas.com - 02/02/2018, 14:49 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di area car free day, Minggu (26/11/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di area car free day, Minggu (26/11/2017).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pemanggilannya ke Polda Metro Jaya pada Senin (29/1/2018), tak ada hubungannya dengan penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pulau reklamasi.

"Enggak ada hubungannya dengan hak guna bangunan (HGB), enggak ada urusannya NJOP, enggak ada," ujar Andri saat menghadiri rapat moda angkutan umum di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).

Ia mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, polisi menanyakan tugas dishub terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta.

"Saya jelaskan bahwa tugas dishub memberikan rekomtek (rekomendasi teknis) amdal lalin (analisis dampak lalu lintas)," katanya.

Baca juga: Alasan Polisi Periksa Kadishub DKI soal Dugaan Korupsi Reklamasi

Ia melanjutkan, rekomendasi tersebut diberikan apabila pulau reklamasi telah terbentuk dan terdapat traffic generation. Adapun traffic generation adalah pergerakan dalam satuan kendaraan yang timbul akibat suatu aktivitas tata guna lahan.

"Mekanismenya juga harus ada permohonan dari penyelenggara kepada pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), dari PTSP baru ke dishub. Karena pulaunya belum ada (masih kosong), berarti belum ada yang kami lakukan," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kadishub Diperiksa Terkait Reklamasi, Anies Minta Dia Sampaikan Semua ke Polisi

Ia mengatakan, semua yang terlibat pembahasan reklamasi dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi penentuan NJOP pulau C dan D.

"Kami dimintai keterangan sesuai porsi dan tupoksinya. Kalau bukan tupoksi saya, ngapain saya berikan keterangan yang lain," kata Andri.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Megapolitan
Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Megapolitan
Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Megapolitan
Mobil Pecah Ban di Matraman, Oleng Lalu Tabrak Petugas Dinas Pertamanan

Mobil Pecah Ban di Matraman, Oleng Lalu Tabrak Petugas Dinas Pertamanan

Megapolitan
Punya Target Terbanyak di Jakarta, Vaksinasi Covid-19 di Cengkareng Kini Sudah 45 Persen

Punya Target Terbanyak di Jakarta, Vaksinasi Covid-19 di Cengkareng Kini Sudah 45 Persen

Megapolitan
Januari hingga Juni 2021 Terjadi 161 Kebakaran di Jakarta Barat

Januari hingga Juni 2021 Terjadi 161 Kebakaran di Jakarta Barat

Megapolitan
Korban Pungli Bansos Tarik Omongan, Pemkot Tangerang Tetap Teruskan Penyelidikan

Korban Pungli Bansos Tarik Omongan, Pemkot Tangerang Tetap Teruskan Penyelidikan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kecamatan Cengkareng Menurun, Sudah Tak Ada Lagi Zona Merah

Kasus Covid-19 di Kecamatan Cengkareng Menurun, Sudah Tak Ada Lagi Zona Merah

Megapolitan
Pemalsu Tabung Oksigen Pakai Apar Sudah Jual 20 Unit Melalui Medsos

Pemalsu Tabung Oksigen Pakai Apar Sudah Jual 20 Unit Melalui Medsos

Megapolitan
Depot Isi Ulang Oksigen di Matraman Terapkan Bayar Suka Rela, Pemilik: Ujian bagi Saya

Depot Isi Ulang Oksigen di Matraman Terapkan Bayar Suka Rela, Pemilik: Ujian bagi Saya

Megapolitan
Tak Ada Pengawasan, Masjid di Ciputat Leluasa Gelar Shalat Jumat Saat PPKM Level 4

Tak Ada Pengawasan, Masjid di Ciputat Leluasa Gelar Shalat Jumat Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi dari Apar

Polisi Tangkap Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi dari Apar

Megapolitan
Pengakuan Warga Utan Panjang yang Ikut Vaksinasi Covid-19 Demi Dapat Bansos

Pengakuan Warga Utan Panjang yang Ikut Vaksinasi Covid-19 Demi Dapat Bansos

Megapolitan
Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Megapolitan
PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X