Sandiaga Tawarkan OK Otrip untuk Sopir Angkot Tanah Abang

Kompas.com - 02/02/2018, 16:23 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat rapat dengan sopir angkot Tanah Abang di Balai Kota, Jumat (2/2/2018). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat rapat dengan sopir angkot Tanah Abang di Balai Kota, Jumat (2/2/2018).
Penulis Jessi Carina
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah menyampaikan solusi kepada sopir angkot Tanah Abang. Solusi tersebut untuk menjawab tuntutan sopir angkot yang meminta Jalan Jatibaru dibuka karena berdampak pada penurunan pendapatan mereka.

Solusi yang ditawarkan Sandiaga adalah mengikuti program OK Otrip.

"Karena sekarang mereka baru tahu betul apa itu OK Otrip, kami beri kesempatan teman-teman ini untuk mencerna," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (2/2/2018).

Dalam pertemuannya dengan perwakilan sopir angkot Tanah Abang, Sandiaga menjelaskan skema pendapatan berdasarkan rupiah per kilometer.

Baca juga: Rapat dengan Sopir Angkot Tanah Abang, Sandiaga Pakai Seragam Dishub

Ia juga menyampaikan fasilitas apa saja yang diterima sopir jika bergabung OK Otrip. Misalnya seperti gaji ke-13 dan BPJS.

Sandiaga meninggalkan ruang rapat pimpinan untuk mengikuti rapat lain.

Sopir angkot dibiarkan di dalam ruang rapim bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah. Andri yang menjelaskan lebih lanjut kepada para sopir tentang sistem OK Otrip.

Baca juga: Sebelum Rapat, Sandiaga Menjamu Sopir Angkot Tanah Abang dengan Nasi Kotak

"45 menit saya balik lagi ke sini, nanti kami umumkan hasil negosiasi," ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, OK Otrip merupakan solusi untuk meningkatkan pendapatan sopir angkot. Sandiaga ingin para sopir memahami keuntungan OK Otrip. Ia memberi waktu kepada para sopir memikirkan tawaran itu.

"Kami ingin ada solusi, kami berikan waktu mereka berembuk," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Libur Panjang, 9.374 Penumpang Kereta Diberangkatkan dari 3 Stasiun di Jakarta

Jelang Libur Panjang, 9.374 Penumpang Kereta Diberangkatkan dari 3 Stasiun di Jakarta

Megapolitan
Viral, Video Pengendara Motor Bermuatan Lebih Nekat Lintasi Tol Jakarta-Cikampek

Viral, Video Pengendara Motor Bermuatan Lebih Nekat Lintasi Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Pelaku Serangan Seksual Daring terhadap Rahayu Saraswati Bisa Dijerat Pasal Berlapis

Pelaku Serangan Seksual Daring terhadap Rahayu Saraswati Bisa Dijerat Pasal Berlapis

Megapolitan
Volume Lalu Lintas dan Angkutan di Jakarta Naik Saat PSBB Transisi

Volume Lalu Lintas dan Angkutan di Jakarta Naik Saat PSBB Transisi

Megapolitan
Terdampak Pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Akhiri Kontrak 700 Karyawan

Terdampak Pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Akhiri Kontrak 700 Karyawan

Megapolitan
Tim Termuda dari UI Raih Juara 3 Kompetisi Metalurgi Internasional di China

Tim Termuda dari UI Raih Juara 3 Kompetisi Metalurgi Internasional di China

Megapolitan
Lurah di Jakarta Diimbau Adakan Kegiatan Kepemudaan untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Lurah di Jakarta Diimbau Adakan Kegiatan Kepemudaan untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Megapolitan
Gagas Limbah Metal Jadi Bahan Bangunan, Mahasiswa UI Juara 3 Dunia Metal Cup 2020

Gagas Limbah Metal Jadi Bahan Bangunan, Mahasiswa UI Juara 3 Dunia Metal Cup 2020

Megapolitan
Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PSBB Transisi, Paling Tinggi di Tempat Kerja

Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PSBB Transisi, Paling Tinggi di Tempat Kerja

Megapolitan
Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

Megapolitan
Pengamat Sebut Guru Intoleran di SMA Jaktim Kurang Kompeten dan Tak Tahan Kritik

Pengamat Sebut Guru Intoleran di SMA Jaktim Kurang Kompeten dan Tak Tahan Kritik

Megapolitan
Pasutri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Pondok Aren

Pasutri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Pondok Aren

Megapolitan
Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Megapolitan
Hari Pertama Operasi Zebra 2020 di Jakarta, 3.577 Pelanggar Ditilang

Hari Pertama Operasi Zebra 2020 di Jakarta, 3.577 Pelanggar Ditilang

Megapolitan
Banjir di Perumahan Kota Bekasi Surut Pagi Ini, Warga Mulai Bersih-bersih

Banjir di Perumahan Kota Bekasi Surut Pagi Ini, Warga Mulai Bersih-bersih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X