DKI Tunggu Surat Resmi Kepolisian Sebelum Tindak Lanjuti Diskotek Illigals

Kompas.com - 02/02/2018, 18:06 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta saat sidak ke tempat hiburan malam Illigals di Jakarta Barat, Rabu (24/5/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Anggota DPRD DKI Jakarta saat sidak ke tempat hiburan malam Illigals di Jakarta Barat, Rabu (24/5/2017).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati akan mendalami dugaan peredaran narkoba di diskotek Illigals, Jakarta Barat. Saat ini, ia masih menunggu surat resmi pihak kepolisian sebelum mendalami kasus tersebut.

"Untuk menindaklanjuti, kami harus ada surat resmi ya. Begitu sudah ada surat resmi, kami buat surat resmi juga, surat ini akan kami jadikan dasar melakukan penyelidikan ke kafe atau tempat hiburan malam itu," kata Tinia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/2/2018).

Pendalaman tersebut segera dilakukan agar pihak manajemen tidak dapat mengelak.

"Iya, kami akan lakukan pendalaman, biasanya, kan, manajemen mengelak tuh. Jangan sampai kami berkoar-koar dahulu, nanti mereka malah kabur," katanya.

Baca juga: Polisi Sebut Diskotek Illigals Jadi Tempat Transaksi Jual Beli Sabu

Tinia berjanji segera memanggil pihak manajemen diskotek setelah mengantongi surat resmi kepolisian.

"Berkasnya kami pelajari dahulu, sejauh mana manajemen bertanggung jawab," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, polisi menangkap tiga orang berinisial AR, M, dan AD di sebuah indekos di kawasan Mangga Besar pada Kamis (1/1/2018) dengan barang bukti sabu seberat 0,64 gram.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung menyebut M melakukan transaksi narkoba di diskotek Illigals.

"Jadi, memang si cewek itu (M) membeli barang (sabu) di Diskotek Illigals. Belinya di situ, tetapi penggeledehannya di kos-kosannya," kata Vivick.

AR, M, dan AD dijerat Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 subsider Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara 5-20 tahun dan denda Rp 1 miliar-Rp 10 miliar.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Total 800 Anak Positif Covid-19 di Kota Tangerang, Mayoritas Tanpa Gejala

Total 800 Anak Positif Covid-19 di Kota Tangerang, Mayoritas Tanpa Gejala

Megapolitan
Ribuan Anak Positif Covid-19 di Jakarta Hari Ini, Orangtua Jangan Bandel

Ribuan Anak Positif Covid-19 di Jakarta Hari Ini, Orangtua Jangan Bandel

Megapolitan
Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 di Cilandak Town Square

Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 di Cilandak Town Square

Megapolitan
Perumahan Pondok Mitra Lestari di Bekasi Lockdown, Lurah: Warga Mulai Lupa Pakai Masker

Perumahan Pondok Mitra Lestari di Bekasi Lockdown, Lurah: Warga Mulai Lupa Pakai Masker

Megapolitan
Amankan Pasien Covid-19 Mengamuk, Hazmat Dokter RSUD Pasar Minggu sampai Sobek

Amankan Pasien Covid-19 Mengamuk, Hazmat Dokter RSUD Pasar Minggu sampai Sobek

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Larang Pasien Covid-19 Bergejala Jalani Isolasi Mandiri

Dinkes Kota Tangerang Larang Pasien Covid-19 Bergejala Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Klaster Kantor dan Keluarga Mendominasi Penyebaran Covid-19 di Jakarta

Klaster Kantor dan Keluarga Mendominasi Penyebaran Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Puskesmas Keteteran karena Lonjakan Covid-19, Pemkot Depok Akan Rekrut Relawan

Puskesmas Keteteran karena Lonjakan Covid-19, Pemkot Depok Akan Rekrut Relawan

Megapolitan
Salah Satu Kuasa Hukum Rizieq Shihab Ditangkap Polisi di Depan PN Jakarta Timur

Salah Satu Kuasa Hukum Rizieq Shihab Ditangkap Polisi di Depan PN Jakarta Timur

Megapolitan
Pasien Dipulangkan meski Masih Positif Covid-19, Ini Penjelasan RS Wisma Atlet

Pasien Dipulangkan meski Masih Positif Covid-19, Ini Penjelasan RS Wisma Atlet

Megapolitan
2 dari 4 Tersangka Kasus Penembakan di Taman Sari Positif Narkoba

2 dari 4 Tersangka Kasus Penembakan di Taman Sari Positif Narkoba

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Tangsel pada Juli Ditunda

Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Tangsel pada Juli Ditunda

Megapolitan
Jakarta Tambah 7.505 Kasus Baru, 1.112 Pasien Covid-19 di Antaranya Anak-anak

Jakarta Tambah 7.505 Kasus Baru, 1.112 Pasien Covid-19 di Antaranya Anak-anak

Megapolitan
Hakim Beri Opsi ke Rizieq Minta Grasi ke Presiden, Kuasa Hukum: Ini Unik dan Menarik

Hakim Beri Opsi ke Rizieq Minta Grasi ke Presiden, Kuasa Hukum: Ini Unik dan Menarik

Megapolitan
Puskesmas Kebanjiran Pasien Covid-19, Warga Depok yang Isolasi Mandiri Diminta Bersabar

Puskesmas Kebanjiran Pasien Covid-19, Warga Depok yang Isolasi Mandiri Diminta Bersabar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X