Desakan Sopir Angkot Tanah Abang Membuahkan Hasil... - Kompas.com

Desakan Sopir Angkot Tanah Abang Membuahkan Hasil...

Kompas.com - 04/02/2018, 05:45 WIB
Para pengemudi angkutan umum berbagai jurusan Tanah Abang melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1/2018). Mereka tidak terima dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menutup ruas jalan demi pedagang kaki lima.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Para pengemudi angkutan umum berbagai jurusan Tanah Abang melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1/2018). Mereka tidak terima dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menutup ruas jalan demi pedagang kaki lima.

JAKARTA, KOMPAS.com — Program penataan Tanah Abang masih menjadi perhatian publik. Beberapa hari ini, sopir angkot Tanah Abang menyuarakan tuntutan mereka kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Mereka menuntut Jalan Jatibaru Raya yang ditutup untuk angkot kembali dibuka. 

Aksi mereka dimulai pada Senin (22/1/2018) di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka mengatakan, penutupan Jalan Jatibaru Raya membuat omzet mereka menurun hingga 50 persen.

Saat itu, baik Anies maupun Sandiaga tak menemui massa. Perwakilan sopir angkot Tanah Abang ditemui Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah.

Baca juga: Demo di Balai Kota, Sopir Angkot Tanah Abang Menjerit Omzet Berkurang 50 Persen

Berbagai solusi ditawarkan Andri, mulai dari bergabung dengan program OK Otrip hingga penerapan ganjil-genap. Namun, sopir angkot Tanah Abang tetap meminta Jalan Jatibaru Raya dibuka.

Adapun Jalan Jatibaru Raya ditutup untuk mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL). Di sisi lain, hanya transjakarta Tanah Abang Explorer yang diizinkan melintas.

transjakarta Tanah Abang Explorer berhenti beroperasi

Sopir angkot Tanah Abang kembali mogok massal pada Senin (29/1/2018). Lagi-lagi, mereka meminta Jalan Jatibaru Raya dibuka. Aksi mereka membuat Sandiaga mengundang ngopi bersama di Balai Kota, Rabu (31/1/2018).

Namun, para sopir menolak undangan itu dan meminta Gubernur Anies menemui mereka di Tanah Abang.

Baca juga: Transjakarta Hentikan Operasional Tanah Abang Explorer

Masyarakat bersiap menaiki fasilitas bus Tanah Abang Explorer di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (22/12/2017). Sehubung keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ruas jalan di depan stasiun ditutup untuk kendaraan bermotor pada pukul 08.00-18.00 WIB.MAULANA MAHARDHIKA Masyarakat bersiap menaiki fasilitas bus Tanah Abang Explorer di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (22/12/2017). Sehubung keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ruas jalan di depan stasiun ditutup untuk kendaraan bermotor pada pukul 08.00-18.00 WIB.
Selain itu, mereka juga meminta Kadishub memberhentikan operasional transjakarta Tanah Abang Explorer. Selain penutupan jalan, mereka menganggap bus gratis ini membuat pendapatan mereka menurun.

Pada akhirnya, PT Transjakarta memberhentikan sementara operasional bus gratis itu. PT Transjakarta mengalihkan beberapa bus untuk melayani rute reguler.

Demo ketiga

Sopir angkot Tanah Abang kembali melakukan aksi demo di depan Balai Kota dan mogok pada Rabu lalu. Beberapa perwakilan sopir menemui Sandiaga di Balai Kota. Sandiaga mendengarkan keluhan para sopir angkot.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui sopir angkot Tanah Abang yang datang ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (31/1/2018). Kompas.com/Sherly Puspita Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui sopir angkot Tanah Abang yang datang ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (31/1/2018).
Setelah itu, Sandiaga menyimpulkan bahwa sopir angkot Tanah Abang tak ingin pendapatan mereka menurun. Ia menyebut, hanya PKL yang diakomodasi Pemprov DKI.

Baca juga: Sandiaga: Sopir Angkot Tanah Abang Ingin Keadilan, Sekarang Keadilan untuk PKL

Sandiaga pun menyadari hal itu dan kembali mengundang sopir angkot ke Balai Kota pada Jumat (2/2/2018). Keputusan program untuk sopir angkot juga diputuskan pada pertemuan hari Jumat.

Membuahkan hasil

Berbagai upaya dan desakan sopir angkot Tanah Abang selama beberapa hari itu akhirnya membuahkan hasil. Dari pertemuan kedua antara Sandiaga dan sopir angkot Tanah Abang pada Jumat lalu, Pemprov DKI kembali memperbolehkan angkot melintas di Jalan Jatibaru Raya.

Angkot boleh melintas di kawasan tersebut pukul 15.00-08.00. Selain itu, disepakati pula transjakarta Tanah Abang Explorer kembali beroperasi mulai Sabtu (3/2/2018) pukul 08.00-15.00.

Namun, angkot hanya diperbolehkan melintas di satu ruas jalan, yakni di depan Stasiun Tanah Abang. Pasalnya, satu ruas lagi akan tetap digunakan PKL berjualan.

Baca juga: Angkot Tanah Abang Bisa Melintasi Jalan Jatibaru Pukul 15.00-08.00

Sopir angkot Tanah Abang melakukan aksi protes atas penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/1/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Sopir angkot Tanah Abang melakukan aksi protes atas penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/1/2018).
"Mulai pukul 15.00-08.00, semua rute (angkot yang) melalui depan Stasiun Tanah Abang dan Blok A dapat dilalui angkot kecil. (Angkot) trayek JP 03, JP 03A, M 08, dan M 10," ujar Andri di Balai Kota, Jumat.

Baca juga: DKI Pasang Rambu Operasional Angkot di Jalan Jatibaru

Dari pertemuan itu, Dishub DKI juga memperbolehkan angkot mengetem di sekitar kawasan Tanah Abang. Kendati demikian, angkot tersebut harus menaati peraturan yang ditentukan.

"Sekali lagi, kami sudah mengatur pengeteman paling banyak 15 mobil, baik itu di stasiun lama maupun di Jatibaru Bengkel," ujar Andri.

Ikut OK Otrip

Dalam pertemuan itu, Sandiaga juga menawarkan program OK Otrip. Sandiaga menjelaskan, skema pendapatan sopir angkot berdasarkan rupiah per kilometer.

Dia juga menyampaikan fasilitas apa saja yang diterima sopir jika bergabung OK Otrip. Misalnya gaji ke-13 dan BPJS. Sandiaga menyebut, para pengusaha sopir angkot setuju mengikuti program tersebut.

Ia mengatakan, modal kerja untuk gaji sopir dan bensin akan ditanggung pemilik kendaraan atau koperasi terlebih dahulu. Uji coba penerapan OK Otrip di Tanah Abang ditargetkan dilaksanakan dua pekan lagi.

Baca juga: Sandiaga: Sopir Angkot Tanah Abang Setuju dan Dukung Program OK Otrip

Sopir angkot dan pengusaha angkot Tanah Abang foto bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai menyepakati OK Otrip, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/2/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Sopir angkot dan pengusaha angkot Tanah Abang foto bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai menyepakati OK Otrip, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/2/2018).
DKI akan menginventarisasi berapa banyak angkot yang akan ikut program tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para pemilik dan koperasi angkot Tanah Abang.

"Kesepakatan pertama adalah Pemprov DKI dan para perwakilan (sopir angkot) setuju dan mendukung program OK Otrip Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat inplementasi OK Otrip," ujar Sandiaga.

Baca juga: Usai Sepakati OK Otrip, Sandiaga dan Sopir Angkot Tanah Abang Wefie

Namun, para pengusaha sopir angkot masih khawatir dengan keikutsertaan mereka dalam program tersebut. Masih ada beberapa poin dalam sistem OK Otrip yang akan merugikan mereka.

Petrus Tukimin, pemilik angkot M08, menjelaskan hal-hal yang masih belum disepakati pengusaha angkot.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama sopir angkot Tanah Abang melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (2/2/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama sopir angkot Tanah Abang melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (2/2/2018).
Angkot yang beroperasi dalam sistem OK Otrip memiliki target perjalanan 190 km. Untuk rute OK Otrip lainnya, target ini bisa tercapai. Namun, angkot Tanah Abang adalah rute pendek. Petrus memperhitungkan pergi pulang sopir angkot hanya menempuh jarak 10 sampai 11 kilometer.

Baca juga: Kadishub DKI: Uji Coba OK Otrip Tanah Abang Paling Lama 2 Minggu Lagi

Dalam satu hari, sopir paling banyak mengemudi delapan kali perjalanan. Jika dikalikan, total perjalanan dalam satu hari tidak sampai 100. Masih jauh dari target sistem OK Otrip yang 190 km per hari. Target pun masih belum tercapai jika jarak perjalanan PP menjadi 12 km. Saat ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menawarkan tarif Rp 3.459,36 per km.

Jika target 190 km sehari tercapai, pemilik akan mendapat sekitar Rp 600.000. Jika target jarak tidak tercapai, pemilik tidak bisa mendapat Rp 600.000.

Baca juga: OK Otrip Akan Diterapkan di Tanah Abang, Ini Kekhawatiran Pengusaha Angkot

"Kalau cuma Rp 300.000, enggak mau pasti," kata Petrus.

Oleh karena itu, Petrus ingin rute diperpanjang agar target tercapai. Dia tidak mau rugi karena angkot tidak mencapai target jarak perjalanan.


Kompas TV Mulai Sabtu (3/2) pagi angkutan kota yang sebelumnya dilarang kini kembali diperbolehkan melintas di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKurnia Sari Aziza
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X