Anak 1,5 Tahun di Bekasi Meninggal, Diduga Dianiaya Orangtua

Kompas.com - 05/02/2018, 05:51 WIB
Ilustrasi penganiayaan bayiKompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan bayi

BEKASI, KOMPAS.com — Kasus kematian anak-anak yang diduga dilakukan orang terdekat kembali terjadi, Minggu (4/2/2018). Seorang anak berusia 1,5 tahun, WW, meninggal dengan kondisi luka lebam di beberapa bagian tubuh.

WW merupakan anak dari pasangan AI (24) dan SK (27), warga Plebesit, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat. Para tetangga korban yang melayat mendapati keanehan pada kondisi korban karena banyaknya luka lebam pada wajah, paha, dan lengan.

"Para tetangga ini ingin melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kepolisian, tetapi dilarang pihak keluarga. Alasannya, mereka sudah mengikhlaskan. Namun, warga tetap bersikeras mendesak melaporkan temuan mereka," ucap Kapolsek Bekasi Timur Komisaris Parjana dalam keterangannya.

Baca juga: Mendikbud Jamin Pendidikan Anak Guru Korban Penganiayaan di Sampang

Berdasarkan keterangan para saksi, korban sering dipukul dan dicubit sang ibu, SK. Adapun SK bekerja sebagai ibu rumah tangga dan AI buruh bangunan serabutan.

Petugas kepolisian Polsek Bekasi Timur langsung mendatangi rumah korban dan mengumpulkan bukti. Jenazah WW juga diotopsi dan divisum di RS Polri Kramatjati.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian ini, termasuk soal penetapan tersangka. Menurut rencana, Polres Metro Bekasi Kota akan merilis peristiwa ini pada Senin (5/2/2018). 



EditorKurnia Sari Aziza

Terkini Lainnya

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Regional
Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Megapolitan
Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Nasional
Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Regional
Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Internasional
Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Nasional
Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Regional
Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Megapolitan
Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Regional
AWS Akan Bangun Pusat Data di Jawa Barat, Ini 3 Kisi-kisi dari Ridwan Kamil

AWS Akan Bangun Pusat Data di Jawa Barat, Ini 3 Kisi-kisi dari Ridwan Kamil

Regional
Para Elite Politik Diimbau Beri Komentar Menyejukkan seperti Sandiaga

Para Elite Politik Diimbau Beri Komentar Menyejukkan seperti Sandiaga

Nasional
Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Megapolitan
Perempuan Ini Punya 44 Orang Anak dan Mengurus Mereka Sendirian

Perempuan Ini Punya 44 Orang Anak dan Mengurus Mereka Sendirian

Internasional
CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

Internasional
Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Cabuli Bocah Perempuan 7 Tahun di Riau

Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Cabuli Bocah Perempuan 7 Tahun di Riau

Regional

Close Ads X