Dana CSR di Pembangunan "Old Trafford" Jakarta dan Jembatan "Indiana Jones"

Kompas.com - 05/02/2018, 08:52 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima sepatu dari Ryan Tirta, Vice President Marketing Specs Indonesia dalam acara peluncuran jersey Persija di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima sepatu dari Ryan Tirta, Vice President Marketing Specs Indonesia dalam acara peluncuran jersey Persija di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua infrastruktur baru yang segera dibangun di DKI Jakarta berasal dari dana non-APBD. Kedua infrastruktur itu yakni jembatan gantung untuk warga di Srengseng Sawah, Jagakarsa, dan stadion kelas internasional untuk Persija.

Saat lagi-lagi ditanya soal stadion untuk Persija pada Jumat (2/2/2018) lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga memastikan stadion kelas internasional seperti 'Old Trafford' yang dulu pernah dijanjikannya, akan dibangun melalui kerja sama dengan pihak swasta.

"Kami sudah putuskan (pembangunan stadion) ini adalah kemitraan. Pemerintah menyediakan lahan, kami menawarkan swasta membangun, dan kami akan buka proses bidding (lelang). Begitu selesai, harapan kami bulan kedua selesai, dan bisa diperlihatkan kepada calon investor," kata Sandiaga di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).

Sandiaga mengatakan, sudah tujuh investor yang datang mengungkapkan minatnya membangun stadion. Investor yang berminat nantinya akan mengikuti proses lelang untuk memenangkan hak atas pembangunan dan pengelolaan jangka panjang.

Baca juga : Tak Sanggup Bangun Stadion untuk Persija, Sandiaga Serahkan ke Swasta

Menurut Sandiaga, pembangunan infrastruktur harus bermitra dengan swasta. Sebab jika menggunakan APBD, akan mengurangi anggaran pelayanan dasar ke warga.

Sandiaga mencontohkan dua infrastruktur baru di DKI yakni velodrome dan equestrian yang membutuhkan Rp 30-40 miliar per tahun untuk perawatannya. Biaya ini dianggap membebani APBD.

"Kami enggak mampu, anggaran terbatas. Kami perlukan (APBD) untuk pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Jadi, kalau misalnya swasta yang mengelola lebih memiliki kemampuan mengelola infrastruktur yang lebih baik," ujarnya.

Baca juga : Persija Minta Bantuan Sandiaga agar Bisa Gunakan Stadion GBK

Selain stadion, pembangunan jembatan gantung di Jagakarsa juga dipastikan menggunakan corporate social responsibility (CSR) dari swasta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendatangi jembatan tersebut menjulukinya dengan jembatan "Indiana Jones". Sebab jembatan tersebut reyot namun menjadi akses warga khususnya anak-anak SD sehari-hari.

Warga menyeberang jembatan gantung di Jalan Gardu, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (23/01/2018). Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan segera mengeksekusi pembangunan jembatan di Jagakarsa untuk menggantikan jembatan gantung yang sudah reyot dan tak aman.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Warga menyeberang jembatan gantung di Jalan Gardu, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (23/01/2018). Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan segera mengeksekusi pembangunan jembatan di Jagakarsa untuk menggantikan jembatan gantung yang sudah reyot dan tak aman.
Belakangan, pembangunannya diputuskan menggunakan dana CSR agar bisa cepat. Sebab pembangunan jembatan tak dianggarkan di APBD.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin mengatakan, pembangunan jembatan ini menelan Rp 420 juta dana corporate social responsibility PT Wiratman. Diperkirakan, jembatan akan rampung empat bulan lagi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Megapolitan
Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Megapolitan
Ibu dan Anak Tewas Setelah Mobil Tercebur ke Kalimalang

Ibu dan Anak Tewas Setelah Mobil Tercebur ke Kalimalang

Megapolitan
Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Megapolitan
Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kejujuran Petugas Stasiun Bogor Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Ironi Siswi Berprestasi Gagal dalam PPDB

[POPULER JABODETABEK] Kejujuran Petugas Stasiun Bogor Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Ironi Siswi Berprestasi Gagal dalam PPDB

Megapolitan
Ini 13 Lokasi Layanan Perpanjangan SIM di Jakarta Hari Ini

Ini 13 Lokasi Layanan Perpanjangan SIM di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Megapolitan
PJA Perkirakan Investasi Pengembangan Ancol Habiskan Rp 4.528 Triliun

PJA Perkirakan Investasi Pengembangan Ancol Habiskan Rp 4.528 Triliun

Megapolitan
Satu Keluarga di Duri Kepa Positif Covid-19, Sempat Cekcok Saat Dievakuasi

Satu Keluarga di Duri Kepa Positif Covid-19, Sempat Cekcok Saat Dievakuasi

Megapolitan
Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp 25 Juta, Pegawai dan Pengunjung Juga Kena Denda

Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp 25 Juta, Pegawai dan Pengunjung Juga Kena Denda

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Depok dan Bogor Kemungkinan Hujan Sejak Siang

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Depok dan Bogor Kemungkinan Hujan Sejak Siang

Megapolitan
Polisi Tangkap Anak Wakil WalI Kota Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Anak Wakil WalI Kota Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Karyawan Terpapar Covid-19, Perusahaan Hitachi di Kawasan Industri Cikarang Ditutup Sementara

Karyawan Terpapar Covid-19, Perusahaan Hitachi di Kawasan Industri Cikarang Ditutup Sementara

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Periuk, Kecamatan Langganan Banjir di Kota Tangerang

Kisah di Balik Nama Periuk, Kecamatan Langganan Banjir di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X