Warga Kampung Pulo Bersiaga Antisipasi Banjir Kiriman

Kompas.com - 05/02/2018, 11:17 WIB
Petugas Tata Air Jaktim mulai siaga di Kampung Pulo, Jakarta Timur (5/2/2018) Stanly RavelPetugas Tata Air Jaktim mulai siaga di Kampung Pulo, Jakarta Timur (5/2/2018)

JAKARTA. KOMPAS.com  Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, mulai mengantisipasi datangnya banjir kiriman pasca dibukanya pintu air Katulampa di Bogor, Jawa Barat, Senin (5/2/2018).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, petugas Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur mulai bersiaga sejak Minggu (4/2/2018) malam, menyedot air yang mulai meluap di pemukiman warga.

"Sudah standby dari malam, Mas. Dari jam 12 malam, kami sudah di lokasi. Kalau air di kali mulai naik jam 1 malam sampai saat ini," ucap salah seorang petugas, Yandi, di Kampung Pulo.

Beberapa warga mengaku sudah mulai bersiap, meski air belum masuk ke areal pemukiman.

Baca juga: Genangan 80 Cm di Pejaten Timur, Evakuasi Warga Mulai Disiapkan

"Sudah biasa kami cuma jaga-jaga saja. Kalau di lantai satu (rumah) sudah tidak ada barang, semua diangkut ke lantai dua," ucap Abdul Malik, salah satu warga Kampung Pulo.

Ketua RT 006 RW 004 Kampung Pulo, Yusuf mengatakan, warga kini tidak terlalu khawatir karena memang meski naik, air belum pernah sampai masuk ke pemukiman.

"Kalau musim seperti ini biasanya petugas pintu air dan penyedot selalu siaga sampai menginap. Sampai saat ini, jarang sekali air masuk sampai pemukiman, paling hanya semata kaki, itu jarang," ujarnya. 

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X