Polisi: Operator Proyek DDT di Jatinegara Berpotensi Jadi Tersangka

Kompas.com - 05/02/2018, 16:13 WIB
KRL melintas di samping crane proyek pembangunan kontruksi  jalur rel dwi ganda atau double-dobel track (DDT) yang roboh di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, Minggu (4/2/2018). Crane dari proyek pembangunan rel Jakarta-Cikarang itu roboh pada Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 05.30 WIB dan menyebabkan empat pekerja proyek tersebut tewas. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARKRL melintas di samping crane proyek pembangunan kontruksi jalur rel dwi ganda atau double-dobel track (DDT) yang roboh di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, Minggu (4/2/2018). Crane dari proyek pembangunan rel Jakarta-Cikarang itu roboh pada Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 05.30 WIB dan menyebabkan empat pekerja proyek tersebut tewas.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Polres Jakarta Timur dan Puslabfor menemukan adanya plat dan bantalan yang terpental dari proyek double-double track ( DDT) kereta api yang ambruk di daerah Jatinegara pada Minggu (4/2/2018) pagi kemarin.

"Dari olah TKP (tempat kejadian perkara) yang kami lakukan tadi pagi, kami temukan bahwa bantalan belum pada posisi yang pas namun sudah dilepas dengan alat yang mengangkat," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra, di Jatinegara, Senin.

Bantalan yang belum pas, lanjut Tony, dilepas dan akhirnya jatuh menimpa para pekerja. Hal tersebut terjadi karena faktor kelalaian dari pihak operator.

Baca juga : Jatuhnya Crane DDT yang Memecah Minggu Pagi di Jatinegara...

"Pihak operator statusnya saat ini berpotensi jadi tersangka karena indikasi kelalaian sudah ada. Namun kami akan kembali mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat lagi," kata Tony.

Tony menjelaskan indikasi kelalaian pihak opertaor yang diketahui berinisial AN dan MC sampai saat ini masih terus dikembangkan. Sementara untuk kepastian penetapan tersangka akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

"Kami selidiki lalainya kenapa, apa karena dia lelah atau SOP-nya tidak benar yang membuat empat orang pekerja tewas. Palung lambat Rabu kami akan umumkan hasil lengkapnya," ujar  Tony.

Baca juga : Polisi Olah TKP Jatuhnya Crane DDT di Matraman

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Megapolitan
Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Megapolitan
SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

Megapolitan
Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Megapolitan
Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

Megapolitan
Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Megapolitan
55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

Megapolitan
Penularan Covid-19 Tak Seganas Sebelumnya, Guru di Atas 40 Tahun Boleh Mengajar di Sekolah

Penularan Covid-19 Tak Seganas Sebelumnya, Guru di Atas 40 Tahun Boleh Mengajar di Sekolah

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Satpas Jaktim, 2 Mobil SIM Keliling Disediakan di TMII

Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Satpas Jaktim, 2 Mobil SIM Keliling Disediakan di TMII

Megapolitan
Pengunjung Tempat Hiburan di Jakarta Akan Dibatasi Saat New Normal

Pengunjung Tempat Hiburan di Jakarta Akan Dibatasi Saat New Normal

Megapolitan
Jelang New Normal, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Disemprot Cairan Disinfektan

Jelang New Normal, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Disemprot Cairan Disinfektan

Megapolitan
H+9 Lebaran, Jumlah Pengendara Tanpa SIKM yang Diputar Balik Turun 13 Persen

H+9 Lebaran, Jumlah Pengendara Tanpa SIKM yang Diputar Balik Turun 13 Persen

Megapolitan
Kota Bogor Ulang Tahun Ke-538, Pemkot Akan Beri Penghargaan buat Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Kota Bogor Ulang Tahun Ke-538, Pemkot Akan Beri Penghargaan buat Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X