"Tersangka Narkoba Tanya Hukumannya Apa, Saya Jawab Hukuman Mati"

Kompas.com - 06/02/2018, 08:19 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yowono dan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes  Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/2/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yowono dan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/2/2018).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - DO, tersangka pengedar narkoba yang ditangkap polisi di lobi Hotel Sentral di Jalan Pramuka Raya, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 29 Januari lalu, sempat mengelabui polisi saat diminta untuk menunjukkan anggota jaringan peredaran narkoba lainnya di Jakarta.

Kepada polisi, ia berbohong dengan mengatakan bahwa ada jaringan peredaran narkoba lain di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Pada 29 Januari sekitar pukul 01.00 WIB, polisi membawa DO ke lokasi yang telah ia sebutkan.

"Tetapi di dalam perjalanan menuju lokasi, DO tampak gelisah dan terus bertanya, Pak kalau kayak begini (mengedarkan narkoba) hukuman saya apa ya. Ya saya jawab hukumannya macam-macam. Dari hukuman 20 tahun penjara sampai hukuman mati," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan, Senin (5/2/2018).

Baca juga : Polisi Tangkap Staf Setjen DPR RI Terkait Peredaran Narkoba

Suwondo menyampaikan, dari gerak-gerik tersangka, polisi mulai curiga. Benar saja, setibanya di lokasi, DO berusaha merebut senjata api milik petugas dan berusaha melarikan diri. Tempat yang ditunjuk DO pun bukan lokasi sebenarnya.

"Kalau buat penyidik pengungkapan jaringan ini penting sekali, tetapi demi keselamatan anggota kami lakukan tindakan. Sementara itu, (jaringan) pustus di situ," kata dia.

Selain DO, polisi menangkap tersangka lain berinisial HW dan EP di lokasi dan waktu yang berbeda.

Dari ketiga tersangka, polisi mengamankan narkoba jenis metamfetamina atau sabu seberat 25 kilogram.

Baca juga : Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Melawan

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP tentang penyalahgunaan dan peredaran zat terlarang narkotika. Ancaman hukumannya, 20 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

Megapolitan
Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Megapolitan
Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Megapolitan
Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Megapolitan
Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Megapolitan
Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Megapolitan
Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Megapolitan
Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Sudah Disemprot Disinfektan oleh Tim Gegana, Besok Pasar Cisalak Dibuka

Sudah Disemprot Disinfektan oleh Tim Gegana, Besok Pasar Cisalak Dibuka

Megapolitan
Masuki New Normal, Pengunjung Mall Dibatasi 35 Persen

Masuki New Normal, Pengunjung Mall Dibatasi 35 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X